Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

  • Majalah Liturgi KWI

  • Kalender Liturgi

  • Music Liturgi

  • Visitor

    free counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget


    Free Hit Counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget


    free statistics

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget


    hit counters




    widget flash

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget


    web page counter

  • Subscribe

  • Blog Stats

    • 163,808 hits
  • Kitab Hukum Kanonik, Katekismus Gereja Katolik, Kitab Suci, Alkitab, Pengantar Kitab Suci, Pendalaman Alkitab, Katekismus, Jadwal Misa, Kanon Alkitab, Deuterokanonika, Alkitab Online, Kitab Suci Katolik, Agamakatolik, Gereja Katolik, Ekaristi, Pantang, Puasa, Devosi, Doa, Novena, Tuhan, Roh Kudus, Yesus, Yesus Kristus, Bunda Maria, Paus, Bapa Suci, Vatikan, Katolik, Ibadah, Audio Kitab Suci, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Tempat Bersejarah, Peta Kitabsuci, Peta Alkitab, Puji, Syukur, Protestan, Dokumen, Omk, Orang Muda Katolik, Mudika, Kki, Iman, Santo, Santa, Santo Dan Santa, Jadwal Misa, Jadwal Misa Regio Sumatera, Jadwal Misa Regio Jawa, Jadwal Misa Regio Ntt, Jadwal Misa Regio Nusa Tenggara Timur, Jadwal Misa Regio Kalimantan, Jadwal Misa Regio Sulawesi, Jadwal Misa Regio Papua, Jadwal Misa Keuskupan, Jadwal Misa Keuskupan Agung, Jadwal Misa Keuskupan Surfagan, Kaj, Kas, Romo, Uskup, Rosario, Pengalaman Iman, Biarawan, Biarawati, Hari, Minggu Palma, Paskah, Adven, Rabu Abu, Pentekosta, Sabtu Suci, Kamis Putih, Kudus, Malaikat, Natal, Mukjizat, Novena, Hati, Kudus, Api Penyucian, Api, Penyucian, Purgatory, Aplogetik, Apologetik Bunda Maria, Aplogetik Kitab Suci, Aplogetik Api Penyucian, Sakramen, Sakramen Krisma, Sakramen Baptis, Sakramen Perkawinan, Sakramen Imamat, Sakramen Ekaristi, Sakramen Perminyakan, Sakramen Tobat, Liturgy, Kalender Liturgi, Calendar Liturgi, Tpe 2005, Tpe, Tata Perayaan Ekaristi, Dosa, Dosa Ringan, Dosa Berat, Silsilah Yesus, Pengenalan Akan Allah, Allah Tritunggal, Trinitas, Satu, Kudus, Katolik, Apostolik, Artai Kata Liturgi, Tata Kata Liturgi, Busana Liturgi, Piranti Liturgi, Bunga Liturgi, Kristiani, Katekese, Katekese Umat, Katekese Lingkungan, Bina Iman Anak, Bina Iman Remaja, Kwi, Iman, Pengharapan, Kasih, Musik Liturgi, Doktrin, Dogma, Katholik, Ortodoks, Catholic, Christian, Christ, Jesus, Mary, Church, Eucharist, Evangelisasi, Allah, Bapa, Putra, Roh Kudus, Injil, Surga, Tuhan, Yubileum, Misa, Martir, Agama, Roma, Beata, Beato, Sacrament, Music Liturgy, Liturgy, Apology, Liturgical Calendar, Liturgical, Pope, Hierarki, Dasar Iman Katolik, Credo, Syahadat, Syahadat Para Rasul, Syahadat Nicea Konstantinople, Konsili Vatikan II, Konsili Ekumenis, Ensiklik, Esniklik Pope, Latter Pope, Orangkudus, Sadar Lirutgi

SALVE

Posted by liturgiekaristi on May 5, 2011


tOPIK (sharing umat) :

Dulu Salve (Lof) selalu didaraskan pada hari Sabtu sore …ibadatnya terdiri dari Puji-pujian kepada Maria (Salve Regina), diteruskan dengan pentahtahan Sakramen Mahakudus (persis seperti pentahtahan Sakramen Mahakudus pada hari Kamis Putih……, lengkap dengan arak-arakan + Tamtum Ergo), lalu ditutup dengan adorasi …. tetapi kemudian dihapus karena Sabtu sore dipakai untuk Misa Minggu yang sudah dimulai pada Sabtu sore … sayang ya kekayaan rohani ini hilang dari khazanah gereja Indonesia …

PENCERAHAN DARI Agus Syawal Yudhistira

Salve/Salut/Lof atau bahasa Inggrisnya Benediction of the Blessed Sacrament, awalnya adalah devosi kepada Maria. Pada sore hari umat berkumpul untuk menyanyikan puji-pujian di hadapan patung Maria di Gereja. Baru kemudian, untuk menambah “kemeriahan” di akhir ibadat ditambahkan pemberian berkat dengan Sakramen Mahakudus.
Apa yang tadinya tambahan, berkembang menjadi Eksposisi Sakramen Mahakudus selama Salve berlangsung.
Devosi ini awalnya mungkin berkembang sebagai pengganti Ibadat Sore yang tidak lagi dirayakan secara publik di Gereja.Dengan semakin berkembangnya devosi terhadap Sakramen Mahakudus, nuansa devosi Maria menghilang. Salve menjadi ibadat tersendiri dimana devosi dilaksanakan kepada Sakramen Mahakudus (madah, litani) lalu ditutup dengan berkat dengan Sakramen Mahakudus.Dengan demikian, Salve ini menjadi salah satu bentuk Adorasi kepada Sakramen Mahakudus.

SALVE=PUJIAN, TERPUJILAH.. Itu mengingatkan saya saat2 di Seminari, setiap jumat sore wajib ikut Salve. Kebetulan para Imam di Seminari waktu itu adalah Imam2 Hati Kudus Yesus (SCJ) yang punya devosi kuat pada Hati Kudus Yesus dan Sakramen Maha Kudus.Salve berbeda dengan Adorasi, walaupun keduanya satu rupa dalam konteks yang sama: Penghormatan kepada Sakramen Maha Kudus. Dalam Salve tekanan lebih banyak pada pujian dan penyembahan kepada Sakramen Maha Kudus. Sesuai dengan katanya, Salve=Pujian. Maka dalam tata ibadatnya lebih bercorak nyanyian, doa2 bersama, Litani hati Kudus, atau seruan2 kepada Sakramen Ilahi, lalu diikuti lagu Tantum Ergo (atau yang sejenis) Kemudian ada berkat Sakramen Maha Kudus dan seruan pujian kepada Sakramen Maha Kudus, lagu penutup dsb. Tentu ini bukat format Liturgi Salve yang baku, pasti ada bentuk2 lainnya. Tetapi intinya bahwa Salve adalah bentuk pujian dan sembah bhakti kepada Sakramen Ilahi yang ditahtakan di altar – termasuk bagian dari devosi.
Sementara yang mirip dengan Salve adalah Adorasi, yang juga merupakan bentuk devosi penyembahan kepada Sakramen Maha Kudus (Adorare=bersembah sujud). Ciri Adorasi adalah lebih banyak waktu hening dan memberi kesempatan setiap pribadi ‘berwawancara’ dengan Allah yang hadir dalam rupa Hosti Suci yang ditahtakan.

Salah satu lagu yang selalu mengingatkan saya pada Salve,adalah lagu: Ave Verum
“Ave verum corpus natum
De Maria virgine
Vere passum immolatum
In cruce pro homine
Cujus latus perforatum
Fluxit aqua et sanguine
Esto nobis praegustatum….dst”
Semoga devosi penyembahan ini hidup dan dihidupi oleh seluruh umat, karena juga merupakan kekayaan Gereja, di mana kita boleh menimba banyak rahmat Ilahi dan kekuatan dari Sakramen Maha Kudus.
Salam hangat,

P.Christianus Hendrik SCJ – South Dakota, USA

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers

%d bloggers like this: