Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

  • Majalah Liturgi KWI

  • Kalender Liturgi

  • Music Liturgi

  • Visitor

    free counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget


    Free Hit Counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget


    free statistics

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget


    hit counters




    widget flash

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget


    web page counter

  • Subscribe

  • Blog Stats

    • 157,706 hits
  • Kitab Hukum Kanonik, Katekismus Gereja Katolik, Kitab Suci, Alkitab, Pengantar Kitab Suci, Pendalaman Alkitab, Katekismus, Jadwal Misa, Kanon Alkitab, Deuterokanonika, Alkitab Online, Kitab Suci Katolik, Agamakatolik, Gereja Katolik, Ekaristi, Pantang, Puasa, Devosi, Doa, Novena, Tuhan, Roh Kudus, Yesus, Yesus Kristus, Bunda Maria, Paus, Bapa Suci, Vatikan, Katolik, Ibadah, Audio Kitab Suci, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Tempat Bersejarah, Peta Kitabsuci, Peta Alkitab, Puji, Syukur, Protestan, Dokumen, Omk, Orang Muda Katolik, Mudika, Kki, Iman, Santo, Santa, Santo Dan Santa, Jadwal Misa, Jadwal Misa Regio Sumatera, Jadwal Misa Regio Jawa, Jadwal Misa Regio Ntt, Jadwal Misa Regio Nusa Tenggara Timur, Jadwal Misa Regio Kalimantan, Jadwal Misa Regio Sulawesi, Jadwal Misa Regio Papua, Jadwal Misa Keuskupan, Jadwal Misa Keuskupan Agung, Jadwal Misa Keuskupan Surfagan, Kaj, Kas, Romo, Uskup, Rosario, Pengalaman Iman, Biarawan, Biarawati, Hari, Minggu Palma, Paskah, Adven, Rabu Abu, Pentekosta, Sabtu Suci, Kamis Putih, Kudus, Malaikat, Natal, Mukjizat, Novena, Hati, Kudus, Api Penyucian, Api, Penyucian, Purgatory, Aplogetik, Apologetik Bunda Maria, Aplogetik Kitab Suci, Aplogetik Api Penyucian, Sakramen, Sakramen Krisma, Sakramen Baptis, Sakramen Perkawinan, Sakramen Imamat, Sakramen Ekaristi, Sakramen Perminyakan, Sakramen Tobat, Liturgy, Kalender Liturgi, Calendar Liturgi, Tpe 2005, Tpe, Tata Perayaan Ekaristi, Dosa, Dosa Ringan, Dosa Berat, Silsilah Yesus, Pengenalan Akan Allah, Allah Tritunggal, Trinitas, Satu, Kudus, Katolik, Apostolik, Artai Kata Liturgi, Tata Kata Liturgi, Busana Liturgi, Piranti Liturgi, Bunga Liturgi, Kristiani, Katekese, Katekese Umat, Katekese Lingkungan, Bina Iman Anak, Bina Iman Remaja, Kwi, Iman, Pengharapan, Kasih, Musik Liturgi, Doktrin, Dogma, Katholik, Ortodoks, Catholic, Christian, Christ, Jesus, Mary, Church, Eucharist, Evangelisasi, Allah, Bapa, Putra, Roh Kudus, Injil, Surga, Tuhan, Yubileum, Misa, Martir, Agama, Roma, Beata, Beato, Sacrament, Music Liturgy, Liturgy, Apology, Liturgical Calendar, Liturgical, Pope, Hierarki, Dasar Iman Katolik, Credo, Syahadat, Syahadat Para Rasul, Syahadat Nicea Konstantinople, Konsili Vatikan II, Konsili Ekumenis, Ensiklik, Esniklik Pope, Latter Pope, Orangkudus, Sadar Lirutgi

SAKRAMEN BAPTIS – SEPUTAR MISTAGOGI

Posted by liturgiekaristi on May 20, 2011


Menjawab permintaan sdr. Robert Darisman :

“Dear admin et al. Tolong dong diangkat topik mistagogi (materi, scope, metodologi pembahasan, literatur dll). Terima kasih atas perhatiannya. GBU.”

Berikut ini penjelasannya dan diharapkan kita saling share ….

Masa Mistagogi

Apa itu mistagogi ?

 

Mistagogi, istilah yang berasal dari bahasa Yunani : mysteri dan gogie. Mysteri disini dalam bahasa Yunani « mysterion », yang artinya « sacramentum » dalam bahasa Latin. Istilah « gogia » masih ada kaitan dengan istilah « pedagogia » yang berarti mengajar, menuntun, membawa masuk. Jadi dapat dikatakan, mistagogi adalah menuntun (dengan pengajaran, pendampingan, bimbingan) para babtisan baru ke dalam mysteri keselamatan yang telah mereka terima dalam sakramen inisiasi kristen.

Masa mistagogi merupakan masa terakhir dari keseluruahan inisiasi kristen :

  • Kita tahu bahwa inisiasi kristen itu terrealisasi dalam penerimaan 3 sakramen : babtis-krisma-ekaristi.
  • Dan para babtisan baru ini telah menjalani suatu masa yang panjang yang terdiri dari 3 tahap dan 4 masa. Ketiga tahap itu adalah : pelantikan katekumen, pemilihan calon babtis (seleksi) dan upacara inisiasi.
  • Sedangkan keempat masa itu adalah : pengenalan iman (evangelisasi), masa katekumenat, masa pemurnian dan penerangan dan masa mistagogi.

Dari sini dapat kita pahami bahwa masa mistagogi merupakan rangkaian dari keseluruhan inisiasi kristen dan menjadi kesimpulannya ; dan sekaligus juga memberi suatu  sumber kekuatan  baru bagi para babtisan baru untuk menjalani hidup iman sesuai dengan rahmat sakramen² inisiasi yang telah diterima. Masa mistagogi ini dijalani selama masa Paskah, suatu masa berahmat, masa keselamatan bersama Kristus yang wafat dan bangkit. Maka selama masa Paskah ini dianjurkan untuk mengikuti misa harian, Ekaristi sebagai sumber kekuatan iman, puncak dan pusat hidup kristiani. Mereka juga mengikuti segala kegiatan di lingkungan/kelompok/kring, ataupun masuk dalam kegiatan kategorial tertentu, dst. Tentu saja ada pengajaran, bimbingan, sharing iman dari apa yang mereka alami sebagai umat baru.

Apa tujuan dari masa mistagogi ?

 

Istilah bagi mereka yang baru dibabtis  adalah « neophytes » artinya babtisan baru, dalam pengertian iman mereka baru, masih dalam bentuk kuncup, baru tumbuh, belum mekar berbunga…. Maka butuh perawatan, bimbingan untuk menghadirkan pengalaman iman dan buah-buah sakramen yang baru diterima, dan juga agar secara lebih mendalam masuk dalam hidup iman dan misi dari komunitas umat beriman, yakni Gereja.

Dalam Pedoman Umum Katekese no. 89, yang mengacu pada Gereja Perdana di jaman Patristik (jaman Bapa-bapa Gereja) memberikan dua tujuan utama dari katekese  mistagogi, yakni : membanti para néophytes untuk menginternalisasikan sakramen-sakramen dalam hidup mereka, dan membimbing mereka masuk (incorpore) dalam komunitas kaum beriman, Gereja (bdk. lima tugas pokok Gereja).

  1. Internalisasi sakramen-sakramen meliputi pengalaman iman yang dialami, pengetahuan dan patrisipasi aktif, terlebih dalam Ekaristi kudus. Para babtisan baru mendapatkan suatu pengetahuan yang komplit dan berguna tentang misteri iman yang mereka alami dari bauh-buah sakramen yang telah diterima dalam katekese bimbingan kepada mereka. Mereka masih memiliki iman yang baru maka bagaimana sikap hati mereka mendengarkan warta Injil dan hidup lebih intim dengan Sabda Allah. Juga bagaimana mereka masuk dalam persekutuan bersama Roh kudus dan mengalami betapa baiknya Tuhan. Berkaitan dengan tata iman dan tata ibadat (perayaan-perayaan iman) bagaimana hal itu diselarskan sehingga tidak jatuh dalam ritualisme (bdk. Sacramentum Caritas no. 64).
  2. Masuk dalam komunitas kristiani mengungkapkan bahwa bukan sekedar masuk dalam suatu kelompok atau group tertentu dan memperkenalkan diri sebagai anggota baru, tetapi lebih dari itu bahwa kita semua sebagai putera-puteri dari satu Allah Bapa yang sama, masuk dalam persekutuan dengan Yesus Kristus, Putera Tunggal Bapa, dan juga masuk dalam persekutuan persaudaraan dengan umat kristiani lainnya, sehingga kita menjadi anggota yang satu dan sama dimana Kristus Yesus menjadi kepalanya (bdk. 1 Korintus 12, 5). Dalam Ekaristi, di Doa Syukur Agung ada suatu ungkapan doa : « … semoga kita dihimpun menjadi satu umat Allah oleh Roh Kudus » (DSA II).

Bagaimana melaksanakan masa mistagogi itu ?    

 

Masa misatagogi berdasarkan pada pengalaman pribadi dan baru dari hidup sakramental dan komuniter dari babtisan baru. Maka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para babtisan baru, katekis menjawab dan menjelaskannya berdasarkan pengalaman hidup sakramen. Dalam Exortasi Apostolik Sacramentum Caritas no. 64, Paus Benediktus XVI memberikan tiga elemen dasar untuk mistagogi :

  1. Pertama-tama, interpretasi ritual harus sesuai dengan peristiwa penyelamatan sesuai dengan Tradisi yang dihidupi Gereja. Sesungguhnya Perayaan Ekaristi, dengan kekayaanya yang tak terbatas, mempunya refrensi yang berkelanjutan pada sejarah keselamatan…
  2. Katekese mistagogi juga harus peduli menyajikan makna dari tanda-tanda dan tata gerak yang terkandung dalam ritus, terutama pada perayaan Ekaristi. Suatu tugas yang urgent, mengingat jaman kita sekarang ini dengan segala kemajuan teknologinya, ada resiko kehilangan dan tidak diharagainya tanda dan symbol dan makna yang terkandung di dalamnya. Lebih dari itu, katekese mistagogi harus membangkitkan dan mendidik sensibilitas umat beriman pada bahasa tanda-tanda dan gerak tubuh, yang terhubung dengan kata-kata yang terucapkan, yang membentuk ritual itu.
  3. Dan akhirnya, katekese mistagogi harus memperhatikan makna ritual dalam relasinya dengan hidup kristiani dalam seluruh dimensinya, dalam kerja dan aktivitas, dalam pikiran dan emosi, dalam sentimen dan rasa tanggung jawab, … dst. Maka masa mistagogi memberi penekanan pada hubungan antara misteri yang dirayakan (dalam Ekaristi dan perayaan liturgi lainnya) dengan tugas perutusan (misioner) kaum beriman. Maka dalam konteks ini, hasil akhir dari masa mistagogi adalah kesadaran dari diri pribadi bahwa hidupnya diubah oleh mysteri – mysteri kudus yang dirayakan. Bhakan semuanya itu bertujuan untuk melatih kaum beriman untuk hidup sebagai manusia baru dalam iman yang dewasa, yang memungkinkan dia untuk bersaksi dalam harapan iman kristiani yang mengilhaminya.

Dari semua penjelasan di atas dapat kita katakan bahwa masa mistagogi merupakan suatu masa yang penting bagi para babtisan baru untuk menginternalisasikan sakramen-sakramen yang diterima, khususnya Ekaristi kudus dan integrasi mereka masuk dalam komunitas kaum beriman, yakni Gereja (bdk. Ujud-ujud doa umat hari minggu dalam masa Paskah, hampir selalu ada doa untuk para babtisan baru).  Selain itu bagi kita kaum beriman juga merupakan moment yang penting untuk membaharuan diri barsama Kristus yang wafat dan bangkit selama masa Paskah, yang telah kita nyatakan di Malam Paskah (bdk. Pembaharuan janji babtis). Maka Gereja mengajak kita untuk tekun berdoa selama masa Paskah bersama Bunda Maria, Bunda Kristus dan Bunda Gereja (bulan Mei, bulan Maria) untuk menantikan kedatangan Roh Kudus di Hari Raya Pentekosta. Maka dari cuplikan pernyataan Bapa Suci Benediktus XVI dalam Sacramentum Caritas tersebut di atas, masa Paskah merupakan masa mistagogi, bukan hanya untuk para babtisan baru, tetapi juga bagi kita semua kaum beriman kristiani, yakni Gereja.

Dalam konteks Tahun Liturgi Gereja, masa Paskah adalah juga masa mistagogi, kita diajak untuk bertekun berdoa bersama Bunda Maria menantikan kedatangan Roh Kudus di Hari Raya Pentekosta. Bahkan di bulan Mei selain sebagai Bulan Maria, secara nasional merupakan bulan Ekaristi (apa masih berlaku ??). Kemudian menyusul Hari Raya Tritunggal Mahakudus, HR. Tubuh dan Darah Kristus, Hati Yesus yang mahakudus, yang semuanya merupakan hari raya iman.

Apa saja yang diajarkan ?

 

Mengenai hal-hal apa saja yang diajarkan (materi, scope, metodologi pembahasan, literatur dll) bagi para babtisan baru,  dengan penjelasan di atas tentu banyak hal yang diajarkan, dengan penekanan : internalisasi hidup iman dan sakramen, dan integrasi masuknya babtisan baru dalam komunitas kaum beriman, yakni Gereja.  Tentu caranya agak berbeda ketika di masa katekumenat dan ketika mereka sudah dibabtis (babtisan baru). Semua yang didiskusikan dalam page Facebook kita yang tercinta ini juga menjadi bahan pengajaran yang bagus.

Mengenai integrasi masuknya para babtisan baru dalam kominitas Gereja, selain penjelasanan makna dan fungsi Gereja, dll., yang selama ini menjadi bahan pelajaran, bagi saya penting juga diberi penjelasan (dan penekanan) tentang komunitas Gereja terkecil yakni komunitas basis yang berdasarkan lingkup teritorial tertentu : kring/lingkungan/ kelompok/stasi, menyusul paroki dan Gereja Keuskupan (setelah itu baru pengenalan tentang kelompok kategorial). Penjelasan juga meliputi statuta keuskupan (atau regio) dan aturan-aturan keuskupan lainnya, AD/ART paroki yang meliputi sampai kring/lingkungan/stasi.

Mungkin ada bahan pengajaran dengan metodologi tertentu yang telah disiapkan oleh seksi katekese paroki atau komisi ketekese keuskupan atau KWI, bisa dimintakan ke paroki atau keuskupan. Kalau ada buku-buku panduan, para fans atau yang terlibat dalam katekese katekumenat dan mistagogi bisa share di page ini.

Demikian yang bisa saya jelaskan, bisa dilengkapi atau ditambahkan oleh admin yang lain dan  para fans.

Salam dan Tuhan memberkati

-phs-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 62 other followers

%d bloggers like this: