Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

  • Majalah Liturgi KWI

  • Kalender Liturgi

  • Music Liturgi

  • Visitor

    free counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    Free Hit Counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    free statistics

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    hit counters



    widget flash

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    web page counter

  • Subscribe

  • Blog Stats

    • 351,940 hits
  • Kitab Hukum Kanonik, Katekismus Gereja Katolik, Kitab Suci, Alkitab, Pengantar Kitab Suci, Pendalaman Alkitab, Katekismus, Jadwal Misa, Kanon Alkitab, Deuterokanonika, Alkitab Online, Kitab Suci Katolik, Agamakatolik, Gereja Katolik, Ekaristi, Pantang, Puasa, Devosi, Doa, Novena, Tuhan, Roh Kudus, Yesus, Yesus Kristus, Bunda Maria, Paus, Bapa Suci, Vatikan, Katolik, Ibadah, Audio Kitab Suci, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Tempat Bersejarah, Peta Kitabsuci, Peta Alkitab, Puji, Syukur, Protestan, Dokumen, Omk, Orang Muda Katolik, Mudika, Kki, Iman, Santo, Santa, Santo Dan Santa, Jadwal Misa, Jadwal Misa Regio Sumatera, Jadwal Misa Regio Jawa, Jadwal Misa Regio Ntt, Jadwal Misa Regio Nusa Tenggara Timur, Jadwal Misa Regio Kalimantan, Jadwal Misa Regio Sulawesi, Jadwal Misa Regio Papua, Jadwal Misa Keuskupan, Jadwal Misa Keuskupan Agung, Jadwal Misa Keuskupan Surfagan, Kaj, Kas, Romo, Uskup, Rosario, Pengalaman Iman, Biarawan, Biarawati, Hari, Minggu Palma, Paskah, Adven, Rabu Abu, Pentekosta, Sabtu Suci, Kamis Putih, Kudus, Malaikat, Natal, Mukjizat, Novena, Hati, Kudus, Api Penyucian, Api, Penyucian, Purgatory, Aplogetik, Apologetik Bunda Maria, Aplogetik Kitab Suci, Aplogetik Api Penyucian, Sakramen, Sakramen Krisma, Sakramen Baptis, Sakramen Perkawinan, Sakramen Imamat, Sakramen Ekaristi, Sakramen Perminyakan, Sakramen Tobat, Liturgy, Kalender Liturgi, Calendar Liturgi, Tpe 2005, Tpe, Tata Perayaan Ekaristi, Dosa, Dosa Ringan, Dosa Berat, Silsilah Yesus, Pengenalan Akan Allah, Allah Tritunggal, Trinitas, Satu, Kudus, Katolik, Apostolik, Artai Kata Liturgi, Tata Kata Liturgi, Busana Liturgi, Piranti Liturgi, Bunga Liturgi, Kristiani, Katekese, Katekese Umat, Katekese Lingkungan, Bina Iman Anak, Bina Iman Remaja, Kwi, Iman, Pengharapan, Kasih, Musik Liturgi, Doktrin, Dogma, Katholik, Ortodoks, Catholic, Christian, Christ, Jesus, Mary, Church, Eucharist, Evangelisasi, Allah, Bapa, Putra, Roh Kudus, Injil, Surga, Tuhan, Yubileum, Misa, Martir, Agama, Roma, Beata, Beato, Sacrament, Music Liturgy, Liturgy, Apology, Liturgical Calendar, Liturgical, Pope, Hierarki, Dasar Iman Katolik, Credo, Syahadat, Syahadat Para Rasul, Syahadat Nicea Konstantinople, Konsili Vatikan II, Konsili Ekumenis, Ensiklik, Esniklik Pope, Latter Pope, Orangkudus, Sadar Lirutgi

LEKTOR – sharing dan Pencerahan

Posted by liturgiekaristi on March 9, 2011


Topik sharing/diskusi (SUMBER DARI MAJALAH LITURGI):

LEKTOR adlh “juru bicara Allah”. Krn itu, persiapan batin dan berdoa sebelum bertugas adlh suatu keharusan bagi lektor agar mereka dapat mewartakan Sabda Tuhan kpd umat beriman dgn baik. Sejalan dgn prinsip “melibatkan sebanyak mungkin org dlm tugas2 liturgi” maka lektor hendaknya tidak dibebani dng tugas tugas lain, …mis sbg pembaca pengumuman atau pembawa Doa Umat, spt yg msh sering terjadi di banyak paroki.

Beberapa kebijakan praktis:

Berikut ini beberapa kebijakan praksis yang sebaiknya dimiliki lector:

1, Seorang lektor sebaiknya pernah mengikuti pelatihan lektor….

2. Lektor yang mempersiapkan dengan baik akan membantu umat mendengarkan Sabda Tuhan dengan baik pula. Sikap umat ketika Sabda Allah diwartakan adalah mendengarkan bukan membuka-buka Kitab Suci atau lembaran misa) (bdk. PUMR 29)

3. Para lektor harus bergaul akrab dengan Kitab Suci. Lektor membaca dari Buku Bacaan Misa dan bukan dari lembaran misa atau dari salinan yang dikutip dalam buku panduan (bddk. PUMR 128)

4. Penanggalan Liturgi menjadi pegangan para Lektor.

PENAMPILAN

1. Pandanglah para pendengar. Sesampai di mimbar kontaklah para pendengar dengan cara memandang mereka. Mereka merasa disapa dan mereka akan memperhatikan pembaca.

2. Perlakukanlah Kitab Suci dengan hormat. Mimbar bukanlah perpustakaan, jangan menumpuk macam-macam buku di mimbar.

3. Pakaian yang pantas untuk pembaca ialah bersih, sopan, sederhana dan tidak terlalu menarik perhatian. Untuk lektor wanita yang memakai jubah, jangan memakai celana panjang karena tampak dibawah jubah dan kurang enak dipandang.

Yang perlu dan tidak perlu dibaca, yang boleh dan tidak boleh diganti.

1. Kalimat “Bacaan Pertama/Mazmur tanggapan, Refren dan Bacaan Kedua” tidak perlu dibaca. Demikian juga kalimat yang dicetak miring tidak perlu dibaca,juga bab dan ayat tidak perlu disebutkan.

2. Langsung saja ke “Bacaan dari …” (bukan “Pembacaan”)

3. Beri jedah sebelum membaca , juga setelah selesai bacaan, baru “Demikianlah Sabda Tuhan”

4. Lektor maju dan menghormati altar dengan cara membungkukkan badan. Bila di belakang altar ada tabernakel, lektor berlutut sambil menundukkan badan. Berlutut adalah lutut kanan menyentuh lantai. Sampai di panti imam langsung menuju meja Sabda , tidak perlu menghadap dan meundukkan kepala pada Imam

KUMPULAN SHARING/KOMENTAR :

Djoni Sunarjo

Jadi kalau ada 2 lektor, 1 orang yang membaca bacaan1 dan bacaan 2, yang 1 lagi untuk doa umat dan pengumuman, apakah harusnya demikian, ini perlu sosialisasi pada sie liturgi supaya dapat berjalan seragam

Lukas Wijaya

Yupz,mgkn hampir smua paroki lektor/lektrisny jg bca doa umat n pengumuman. Apakah peraturan ini memang sdh dtntukan d keuskupan masing2? Jd hrs perlu ad sosialisasi k paroki2 dunk.

Kriswandaru Fransiskus

di paroki ku, lektor membaca kitab suci dan pengumuman, sedangkan doa umat oleh prodiakon

Agnes Henny Charles

Di palembang sebagian besar lektor tugasnya masih merangkap semuanya…..baca bacaan kitab, doa umat dan pengumuman……..memang ada 2 lektor tp tidak ada perbedaan tugas hanya beda bacaan 1 dan 2…..memang perlu sosialisasi karna itu penting sekali supaya seluruh gereja bisa sama dan benar sesuai Liturgi Katolik

Bonar Pintor H Siahaan

Lektor, sejatinya adalah Petugas Pembaca, Bacaan I dan Bacaan II, bisa 1 org bisa 2 org, dan berdasarkan KHK, hendaknya Lektor itu dilantik untuk tugasnya. Darisini jelas, sebenarnya tugas Lektor adalh membacakan (Baca : Mewartakan) Sabda Tuhan. Bila di Paroki/Stasi, Lektor menjadi Pembawa Doa Umat dan mungkin juga kolektan dan membaca Pengumuman, … See Morepertama tama yang harus ditanyakan adalah apakah memang umat tidak ada yang bersedia menjadi Petugas, atau Pastornya dan Seksi Liturginya yang tidak/kurang mencari umat yang bisa dan mampu serta mau menjadi Petugas. Peran awam dalam Perayaan Ekaristi (Petugas Liturgi), Lektor, Pemazmur, Pembawa Doa Umat, Kolektan dan membacakan Pengumuman dan sebagai Pelayan Luar biasa (Prodiakon) untuk membagikan Tubuh (darah) Kristus.

Ina Mirawati

Saya sangat setuju dg himbauan tsb. seringkali Lektor belum betul2 menghayati dan mengimani tugasnya. Mhn maaf, hanya sekedar membaca saja tanpa tahu maknanya, tidak ada jiwanya. yg dibaca kan Sabda Tuhan dan tugasnya adalah “membacakan” unt pendengar bukan hanya membaca unt diri sendiri.

Leonardus Joseph

alangkah indah kalau petugas liturgi mau mengikuti dengan tulus panduan liturgi dan menjalankannya dengan penuh keanggunan.

Daniel Pane

Rasanya bagus kalau dibiasakan agar Lektor yang membacakan bacaan di Misa adalah Lektor yang dilantik secara tetap dan dibiasakan untuk menyanyikan bacaan šŸ˜€

Imawan Saptono

betul sesuai dengan hasil raker liturgi di keuskupan Malang beberapa waktu yang lalu juga di tegaskan adanya pemisahan tugas antara lektor, pembaca doa umat dan pengumuman bahkan tempat pembacaannya juga dipisahkan, sehingga ada 2 mimbar di atas altar, 1 untuk mimbar khusus untuk sabda 1nya lagi buat mimbar pengumuman, tapi ada juga paroki yang masih melakukan nya dengan cara lama. alangkah indahnya bila semua bisa seragam dan serempak untuk seluruh gereja katolik

Rini Yuliwiyati

Sy s7 bgt melibatkan byk umat dlm tgs liturgi. D gereja St. Stephanus Clp jg tgs lektor merangkap doa umat& pembaca pengumuman. Nti sy mau usul pd ketua bid liturgi agar bs lbh melibatkan umat dlm tgs. Jg akan sgt baik sll melibatkan anak2 dlm tgs liturgi. Misal sbg pembw persembhn.

Djoni Sunarjo

Sebaiknya pada COLLOQIUM LITURGICUM bln Juni nanti hal mngenai tugas lektor ini dibahas jg karena dari bebrapa masukan hampir semua Paroki Lektor pemwarta sabda jg merangkap pembaca doa umat, pengumuan.

Yan Raymond Emanuel

seharusnya dan semestinya ya demikian…walau tugas lektor itu singkat dari segi waktu tapi pengetahuan dan persiapan dalam Membaca Kitab Suci itu penting….saya pernah dapat perdebatan umat yang mengatakan kalo dia Baca Alkitab (saat bertugas Lektor) lebih enak kalo melihat Alkitab saja??..karena umat pasti pada ngeliat teks??..sementara Pastor berkata:”Tidak semua umat melihat teks…jadi anda harus melihat umat juga?”…dan emang bener koq??..saya selalu melihat lektor kalo mendengar Bacaan 1 atau 2….walau saya melirik juga teks………..

Christian Glenmax

di sebuah paroki, lektornya membawa lembaran khusus lektor (teksnya besar2), namun yang disayangkan yg membacanya seperti ini… BACAAN PERTAMA, kemudian judul perikop dan langsung ke isi bacaan… Padahal seharusnya langsung Pembacaan dari….. (misalnya Pembacaan dari Kisah Para Rasul / Bacaan dari Kisah Para Rasul) kemudian langsung ke isi kitab suci. Kesalahan terjadi pada yang mengetik teks lembaran (termasuk teks misa), sudah beberapa kali terjadi..

Arti Muryanto

krn kdg kehabisan teks misa *sehingga tdk smua anggota klg mndpt kan nya* sy lbh suka melihat sang lektor.. pokok nya melihat kearah altar.. dan intonasi lektor yg bagus sungguh membuat umat lebih nyaman mendengarkan penyampaian firman Allah..

Tommy Supratomo

Satu hal lagi ini masalah teknis ( yang sering terlupa ) karena seorang lektor dituntut membacakan Sabda dengan baik ( jelas intonasi kata2, tempo yang agak lambat, tidak monoton, penggalan kalimat yang tepat tidak merubah arti ) maka harus disesuaikan letak dan jarak mic dengan mulut lektor sebelum memulai membacakan Sabda

Lucia Fransiscus

lektor, tidak hanya sekedar membaca dengan indah, namun yang penting adalah bagaimana isi dari bacaan tersebut dapat dimengerti oleh umatketika dia membacakan, oleh karena sebagai lektor/lektris sebelum dia membaca, dia sebaiknya mengerti lebih dulu isi dari apa yang akan dia bacakan. Ini dapat dilatih dengan membiasakan diri membaca kitab suci setiap hari.(lektor.lektri malas baca kitab suci?…apa kata dunia(gereja) yach?

Sonny Arends

…… Bila di belakang altar ada tabernakel, lektor berlutut sambil menundukkan badan …… Ini yang sering diabaikan.

Frans Lesmana

Setiap gereja pasti punya tabernakel, jika tabernakel ada sakramen ditandai dgn lampu Allah yg menyala. Kalau tabernakel tdk ada sakramen lektor tdk perlu berlutut cukup tundukkan kepala.

Bapaknya Joaquin Siahaan

masalahnya, ditembok sudah ada bacaan yang dipancarkan dari infokus.. jadinya umat ya liat tembok, bukan liat pembacanya.. hehehe

Peter Suriadi

Gimana mau melihat lektor, wong terhalang infocus. Belum lagi silaunya infocus lebih eye cathcing dibandingkan lektor dan panti imam. He he he.

Resubun Benedict Sabubun

memang penampilan tdk penting tp penampilan akan mempengaruhi konsentrasi umat. intinya adalah semua yang dilakukan harus membantu umat dalam mengarahkan jiwa, hati dan pikiran kepada Tuhan.

Josef Harwanto

Kalau boleh saya simpulkan : penampilan lektor/lektris penting, intonasi baacaan sangat penting dan umat mendengarkan Sabda Allah, tdak terfokus dengan infocus yang notabene seperti nonton film didalam Gereja. Saya sangat tidak setuju kalau umat terfokus untuk membaca Sabda Allah melalui infocus, sehingga konsentrasi umat terbelah.

Francoise Vonnee

kalau nggak disebutin bab en ayatnya, kasian dong umat yg udah bawa kitab suci (tapi banyak jg disediain di gereja). walaupun bisa tau lewat media lain utk. bac. I ,II, & Injil, bukannya lebih baik kalo dibacain. Dan tolong kasih tau knp nggak harus dibacain ? thanks.

Sonny Arends

@Francoise …. yang saya dapat yaitu dalam GK apabila dalam pembacaan Kitab Suci, maka persepsinya adalah Bapa yang sedang berbicara dengan kita, sehingga pada saat Orang Tua berbicara maka selayaknya “anak2” menyimak baik2, bukannya sibuk membulak balik alkitab …. jadi ada perbedaan dengan “Gereja” seberang dimana pembacaan alkitab layaknya orang belajar / menghapal.

Onggo Lukito

PUMR 274: Kalau di panti imam ada tabernakel dengan Sakramen Mahakudus di dalamnya, maka imam, diakon dan pelayan-pelayan lain selalu berlutut pada saat mereka tiba di depan altar dan pada saat akan meninggalkan panti imam. Tetapi dalam Misa sendiri mereka tidak perlu berlutut.

====================================

kalimat terakhir : “Tetapi dalam Misa sendiri mereka tidak perlu berlutut.”

mohon pencerahan sehubungan poin nomer 4 di atas.

Daniel Pane

Sehubungan poin no4, jelas bahwa berlutut hanya perlu di lakukan di awal dan akhir Misa, pada saat penghormatan bersama oleh seluruh pelayan.

Jika di tengah-tengah Misa para pelayan harus melintasi tabernakel mereka tidak perlu berlutut lagi.

Onggo Lukito

Maaf Admin OOT sedikit, di buku TPE Umat halaman 12 bagian Perarakan Masuk tertulis :

“Setibanya Imam dan para pelayan di ruang altar, mereka dan seluruh Umat MENYATAKAN PENGHORMATAN kepada Allah yang hadir di tengah mereka dengan membungkuk khidmat”

==================================

TPE mengatakan membungkuk khidmat, PUMR mengatakan berlutut. mana yang sebaiknya diikuti? karena saya melihat ada paroki yang berlutut, ada juga yg membungkuk.

Rafiti Andara

Minggu lalu lektor di paroki saya membaca sambil menyilangkan kakinya dan badannya bertumpu pada ke dua lengannya di mimbar. Keliatannya itu kali pertama ia ‘tampil’, dia terlihat sangat grogi dan berusaha santai dengan gaya silang kakinya…… Saya kasian sama dia, tapi juga ‘salut’ dia punya keberanian.

Harusnya lektor diberikan pedoman sikap membaca yang benar…. Bagi pemula memang banyak sekali yang tidak mengerti.

Oya, infocus sungguh mengganggu

Mateus Puspawiyadi

Suatu hari minggu yang bertugas liturgi adalah anak sekolah (baca : SD) dan lector/lectrisnya juga anak SD yang mungkin juga tidak mengerti apa yang dibacakannya (hanya disuruh guru untuk membacanya) apalagi menghayati bacaan tersebut. Pertanyaannya adalah : apakah pantas dan boleh dalam misa mingguan lectornya seorang anak kecil, padahal dia … See Moremembawakan firman Tuhan yang didengarkan oleh para orang dewasa yang menghadiri misa mingguan tersebut ? (Kalau tidak pantas dan tidak boleh, mestinya pastor/imam memberikan pengarahan kepada mereka, sehingga yang bertugas membawakan firman Tuhan adalah seorang yang telah dewasa mis. gurunya — setuju ?)

Richardus Widisarjoko

Ada bagusnya dibuatkan buku tata cara para petugas, misalnya lektor dll secara detail, sebab susah juga ya kalau setiap saat harus mengubah tata cara petugas tanpa pedoman yang jelas, hari ini begini besok begitu, lain kali begana, petugasnya kan gantian, mereka jadi bingung yang bener yang mana, misalnya lektor memberi hormat pada imam,dikesempatan lain saya pernah ada imam yang mengharuskan sebab selain sebagai pemimpin ibadat, imam adalah pesonam cristi gerere (salah gak tulisnya), di uraian admin kok lain lagi. !@#@$%#%^&????

PENCERAHAN DARI PASTOR Liberius Sihombing

Sebagai bahan perbandingan, beda lubuk beda ikannya, beda keuskupan beda kebiasaannya wlwpun kita Universal. Tentulah kita mengharapkan keseragaman utk semua tata liturgi bahkan hal2 yg sangat mendetail sekali. Padahal setiap keuskupan sbgai gereja partikular punya kebijakan yg khas utk daerahnya juga. Di Thailand, saya lihat bahwa lektor, selain … See Moremembaca Bacaan juga bertugas membaca doa umat. Sementara pengumuman disampaikan oleh Pastor Paroki. Di Keuskupan Agung Medan lain lagi, umat amat dilibatkan cukup banyak, pokoknya jangan ada yg merangkap tugas dlm liturgi. Bahkan utk doa umat (doa universalium) sering dibawakan oleh 4-5 orang sesuai dengan jumlah wujud doa umat tsb. Ini semua mau mengatakan apa? Gereja mau mengatakan bahwa semua kita ikut berpartisipasi menyemarakkan ibadat syukur itu, lewat tugas2 yg bisa kita emban. Maka setiap kali didiskusikan tentang penyeragaman, pasti terbentur dengan kebiasaan dan kebijakan uskup setempat. Saya yakin secara umum tata liturgi kita sdh seragam, hanya saja hal2 kecil sprti tadi (siapa pembaca bacaan dan doa umat dll?) yg kerap menjadi tergantung pada situasi Gereja Lokal. Trims n salam dlm Kristus

Memang di Gereja Katolik tdk begitu ‘dibiasakan’ umat bawa alkitab pada perayaan misa, kecuali buku nyanyian mungkin. Tetapi kita bukan anti Kitab Suci. Dan di bnyak gereja katolik jg tdak tersedia stensilan yg berisi tata acara liturgi termasuk isi ketiga bacaan hari itu. Dalam kasus sprti itu, perayaan misa tanpa ada umat memegang teks, kepekaan telinga utk mendengar menjadi unsur yg sangat vital. Sering menjadi masalah adalah dalam situasi umat tanpa ‘teks ada di tangan’ mereka harus mendegar bacaan yg dibacakan lektor atau imam dengan cara membaca mereka yg tidak baik (entah suara tidak jelas lantang, terlalu cepat, atau mic tdk bagus dll).

Dalm situasi tsb Lektor sebagai ‘mulut’ Allah mesti berperan sebagai pewarta. Seharusnya Lektor itu bukan hanya ‘membaca’ tetapi ‘membacakan’ untuk orang lain. Stiap kali kita (Lektor) membacakan Sabda Tuhan itu, kita (Lektor) harus menyadari bhwa umat kita tidak punya teks di tangan yang bisa mereka baca. Banyak kata penting dan baru dari kitab suci yang masuk ke telinga mereka. Maka utk itu Lektor harus mengucapkannya secara jelas dan benar, juga dengan lebih tenang (lebih lambat). Jika Lektor membacakan Teks itu dgn baik maka umat akan sangat terbantu memahami Sabda Allah. Trims. Tuhan memberkati kita

PENCERAHAN DARI PASTOR Yohanes Samiran

Sering kali kita temui lektor yang sungguh tidak siap atau “meremehkan” (jawa: nggampangake) tugas ini. Padahal saat tampil membaca banyak yang salah, baik pemenggalan, intonasi, tanda baca, dll. Tidak jarang terjadi akibatnya isi warta menjadi lain.

Lihat contoh tulisan umum ini kita penggal (jeda baca) secara berbeda2, maka isi beritanya akan jauh beda:

“Kucing makan tikus mati”

šŸ™‚

PENCERAHAN DARI PASTOR Christianus Hendrik

hemm..menurut hemat saya kiranya agak berlebihan kalo untuk misa mingguan di Gereja harus pake infocus (kecuali misa2 khusus untuk kelompok dan kebutuhan pelayanan kategorial). Namanya infocus untuk memberi focus pada apa yang ditampilkan, sedangkan dalam Ekaristi focus kita tetap pada Altar dan panti Imam, tidak diganggu dengan tampilan layar lain… See More di sekitarnya. Ini lain dengan misa akbar yang butuh monitor tambahan untuk umat di luar gereja yang tidak bisa menyaksikan aktivitas di sekitar altar.

Kiranya tetap perlu memupuk kesadaran umat untuk membawa buku2 nyanyian atau Kitab suci, atau lainnya. Bukan dengan makin dimanjakan dengan ketersediaan teks2 lewat infocus. Ritus ‘mendengarkan sabda’ kurang pas kalau digantikan dengan ritual membaca Kitab Suci sementara lektor membacakan Sabda Allah…Kalo mau membaca KS ya di rumah sebelumnya sudah dipersiapkan, tapi di Gereja kita ‘mendengarkan sabda’…

Alat2 modern kadang malah kurang membangun suasana sakral kecuali demi alasan praktis, terkesan ramai dan ‘glamour’ yang ditampilkan (selain juga pemborosan tentunya he he..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: