Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

  • Majalah Liturgi KWI

  • Kalender Liturgi

  • Music Liturgi

  • Visitor

    free counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    Free Hit Counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    free statistics

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    hit counters



    widget flash

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    web page counter

  • Subscribe

  • Blog Stats

    • 336,015 hits
  • Kitab Hukum Kanonik, Katekismus Gereja Katolik, Kitab Suci, Alkitab, Pengantar Kitab Suci, Pendalaman Alkitab, Katekismus, Jadwal Misa, Kanon Alkitab, Deuterokanonika, Alkitab Online, Kitab Suci Katolik, Agamakatolik, Gereja Katolik, Ekaristi, Pantang, Puasa, Devosi, Doa, Novena, Tuhan, Roh Kudus, Yesus, Yesus Kristus, Bunda Maria, Paus, Bapa Suci, Vatikan, Katolik, Ibadah, Audio Kitab Suci, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Tempat Bersejarah, Peta Kitabsuci, Peta Alkitab, Puji, Syukur, Protestan, Dokumen, Omk, Orang Muda Katolik, Mudika, Kki, Iman, Santo, Santa, Santo Dan Santa, Jadwal Misa, Jadwal Misa Regio Sumatera, Jadwal Misa Regio Jawa, Jadwal Misa Regio Ntt, Jadwal Misa Regio Nusa Tenggara Timur, Jadwal Misa Regio Kalimantan, Jadwal Misa Regio Sulawesi, Jadwal Misa Regio Papua, Jadwal Misa Keuskupan, Jadwal Misa Keuskupan Agung, Jadwal Misa Keuskupan Surfagan, Kaj, Kas, Romo, Uskup, Rosario, Pengalaman Iman, Biarawan, Biarawati, Hari, Minggu Palma, Paskah, Adven, Rabu Abu, Pentekosta, Sabtu Suci, Kamis Putih, Kudus, Malaikat, Natal, Mukjizat, Novena, Hati, Kudus, Api Penyucian, Api, Penyucian, Purgatory, Aplogetik, Apologetik Bunda Maria, Aplogetik Kitab Suci, Aplogetik Api Penyucian, Sakramen, Sakramen Krisma, Sakramen Baptis, Sakramen Perkawinan, Sakramen Imamat, Sakramen Ekaristi, Sakramen Perminyakan, Sakramen Tobat, Liturgy, Kalender Liturgi, Calendar Liturgi, Tpe 2005, Tpe, Tata Perayaan Ekaristi, Dosa, Dosa Ringan, Dosa Berat, Silsilah Yesus, Pengenalan Akan Allah, Allah Tritunggal, Trinitas, Satu, Kudus, Katolik, Apostolik, Artai Kata Liturgi, Tata Kata Liturgi, Busana Liturgi, Piranti Liturgi, Bunga Liturgi, Kristiani, Katekese, Katekese Umat, Katekese Lingkungan, Bina Iman Anak, Bina Iman Remaja, Kwi, Iman, Pengharapan, Kasih, Musik Liturgi, Doktrin, Dogma, Katholik, Ortodoks, Catholic, Christian, Christ, Jesus, Mary, Church, Eucharist, Evangelisasi, Allah, Bapa, Putra, Roh Kudus, Injil, Surga, Tuhan, Yubileum, Misa, Martir, Agama, Roma, Beata, Beato, Sacrament, Music Liturgy, Liturgy, Apology, Liturgical Calendar, Liturgical, Pope, Hierarki, Dasar Iman Katolik, Credo, Syahadat, Syahadat Para Rasul, Syahadat Nicea Konstantinople, Konsili Vatikan II, Konsili Ekumenis, Ensiklik, Esniklik Pope, Latter Pope, Orangkudus, Sadar Lirutgi

PRODIAKON – Pencerahan dan Sharing

Posted by liturgiekaristi on March 9, 2011


DARI NARA SUMBER , SEORANG PASTOR PAKAR LITURGI

Bidang tugas pelayanan yang dapat diemban para asisten imam

1. Menerimakan Komuni Kudus:

Dalam perayaan Ekaristi: karena jumlah umat yang besar atau halangan yang menimpa selebran. Di luar perayaan Ekaristi: karena jarak tempat yang jauh, terutama untuk Viaticum (komuni bekal suci), di rumah sakit atau panti jompo. Tujuannya ialah: agar umat beriman yang sedang diliputi rahmat dan dengan hasrat tulus serta penuh bakti ingin mengambil-bagian dalam perjamuan kudus, tidak kehilangan kesempatan untuk menikmati bantuan serta penghiburan sakramental itu (Immensae caritatis no.776). Ini merupakan warisan tradisi Gereja sejak zaman para rasul.

2. Memimpin Upacara Pemakaman: Pada dasarnya upacara pemakaman bukanlah ritus sacerdotal, tak harus dipimpin oleh imam. Hanya tentu para imam yang diserahkan tugas mewartakan Kabar Gembira sepantasnya membawakan penghiburan bagi yang berduka.

3. Memimpin Ibadat Sabda dan Ibadat Tobat: Ibadat yang dimaksudkan di sini dibedakan dalam tiga bentuk: – Ibadat Sabda menjelang Hari Raya; – Ibadat Tobat dalam Masa Adven dan Prapaskah;- Ibadat Sabda Hari Minggu tanpa imam

Pengalaman positif:

Partisipasi pelayan awam dalam kegiatan Liturgi sungguh luarbiasa.

Semakin jelas terasa bahwa urusan paroki dan liturgi bukan hanya tanggungjawab pastor tetapi seluruh umat. Dari banyak penataran dan lokakarya yang diadakan kami terkesan bahwa umat sangat terlibat sehingga segala dinamika paroki menjadi keprihatinan bersama…. See More

Para imam merasa sangat terbantu oleh kehadiran para asisten imam terutama dalam urusan komuni orang sakit dan pemakaman.

Bagi para asisten imam, menjalankan tugas-tugas suci ini merupakan pahala istimewa bagi hidup mereka sendiri.

Pengalaman negatif:

* Pada umumnya berangkat dari kurangnya pendampingan yang baik dan informasi yang benar sehingga menggerogoti penghayatan dan praktek liturgis.

* Peran yang tertahbis dan yang tak tertahbis menjadi kabur karena a.l. para asisten imam yang mendampingi imam selama perayaan Ekaristi seolah-olah imam konselebran; mereka memakai … See Moremirip stola (bdk. Redemptionis Sacramentum no. 153); mereka mengambil dan mengembalikan sakramen dari tabernakel dalam perayaan Ekaristi, dan telah menghampiri altar sejak Bapa kami (bdk. PUMR no.162).

* Imam memberi kesempatan kepada mereka dalam perayaan Ekaristi harian untuk memimpin Liturgi Sabda sampai membaca Injil dan memberikan homili, sedangkan imam duduk sebagai umat.

* Sampai saat ini masih mayoritas mutlak para asisten imam adalah pria, padahal berbagai dokumen Liturgi selalu membuka kesempatan itu baik bagi pria maupun wanita.

Usaha-usaha untuk mengembangkan peran minister extraordinarius secara sehat dan benar.

Secara umum ada kehausan besar dikalangan umat diberbagai paroki akan pemahaman yang benar dan meyakinkan tentang Liturgi. Hal ini wajar sebab partisipasi aktif seluruh kaum beriman, khususnya para petugas, menimbulkan kehausan besar karena mereka ingin … See Moremelaksanakan tugas-tugasnya sebaik mungkin tanpa keraguan. Di lain pihak tanggungjawab dan perhatian para “gembala jiwa” untuk meningkatkan pendidikan Liturgi bagi umatnya sesuai dengan penegasan Konstitusi Liturgi n.19 rupanya masih harus dipertanyakan terus-menerus.

Memang para asisten imam perlu pembinaan rutin pertama-tama demi pembentukan motivasi iman yang tepat. Disamping pembinaan spiritual, kita tahu bahwa sejak setelah tahun 2000 beberapa dokumen Liturgi tentang Ekaristi berusaha menertibkan dan mengarahkan secara tepat praktek-praktek ritual yang menjadi batasan wewenang baik bagi asisten imam, dan bagi imam selebran menurut kharisma yang diterima dari tahbisannya. Ternyata perlu banyak belajar lagi supaya tidak berdalih secara gampangan dibalik istilah “Ini kebijakan pastoral paroki kami”.

PENDAPAT DARI BP. DANIEL PANE

Mengingat istilah “Prodiakon” sendiri sudah janggal maka sebaiknya para Prodiakon dijadikan Putera Altar saja. Mereka adalah pelayan Altar dengan tugas tambahan membagikan Komuni. Sebenarnya sih tidak ada masalah untuk menggunakan Putera Altar yang berusia dewasa untuk membagikan Komuni. Bagi saya mengerahkan Putera Altar yang sudah dewasa untuk membagikan Komuni lebih make sense daripada mengadakan sebuah jabatan khusus “Prodiakon”. Lagipula dalam praktisnya akan lebih mudah, karena tidak ada pemisahan antara Putera Altar dan Prodiakon jadi Putera Altar yang sudah dewasa (termasuk bapak-bapak dan ibu-ibu yang sekarang ini disebut “Prodiakon”) bisa melayani Misa dan saat Komuni ikut membagikan Komuni.

PENCERAHAN DARI PASTOR YOHANES SAMIRAN SCJ

@ Daniel Pane: Usulan untuk koreksi ulang penggunakan sebutan “prodiakon” saya sih setuju. Tetapi mengubahnya menjadi “Putra Altar” dengan tugas khusus membantu imam membagi komuni, saya khawatir ini bukan solusi menguntungkan. Yang tahu sejarahnya tidak apa dan mungkin bisa mengerti soalnya. Yang tidak tahu, entah kapan misalnya 50 tahun … See Morelagi, maka tidak tertutup kemungkinan seolah tugas membagi komuni itu melekat menjadi tugas “Putra Altar”. Dan runyamnya kalau yang 50 tahun ke depan itu akhirnya “Putra-Putri Altar” yang anak-anak laki dan perempuan SD itu juga akhirnya dianggap baik, sah, dan halal (valid dan liceit) membagikan komuni.
Saya yakin praktik itu akan lebih banyak menuai kelemahan daripada solusi baik.🙂

PENDAPAT DARI BP. ONGGO LUKITO:

saya pernah baca buku tentang prodiakon karya salah satu imam (tidak perlu disebutkan namanya) yang menuliskan bahwa prodiakon ada untuk menunjang partisipasi umat dalam perayaan Ekaristi, yang malah bertentangan dengan RS 151 yg mengatakan “Hanya kalau sungguh perlu, boleh diminta bantuan pelayan-pelayan tak lazim dalam perayaan Liturgi. … See MorePermohonan akan bantuan yang demikian bukannya dimaksudkan demi menunjang partisipasi umat, melainkan, karena kodratnya, bersifat pelengkap dan darurat.”

@Romo Samiran: apakah istilah prodiakon ini pernah dibicarakan di kalangan imam atau uskup untuk ditinjau ulang istilahnya? karena sepertinya yg bisa merubah istilah itu adalah uskup. cmiiw.

PENCERAHAN DARI PASTOR YOHANES SAMIRAN SCJ:

@ Onggo L : sebenarnya problematik ini pernah dibicarakan. Kalau masih ingat sebutan awal untuk hal ini dulu adalah “diakon awam”. Sebutan itu resmi mendapat teguran dari Roma, karena sebutan itu kontradiksi dari dirinya sendiri. Diakon = tertahbis, jadi bukan lagi awam. Awam = tidak tertahbis. Maka diakon awam itu artinya apa?
Maka muncul … See Moresebutan di beberapa tempat menggantinya dengan “pro-diakon” atau “sub-diakon”. Sebutan ini sempat diangkat dalam salah satu dialog resmi para imam dan uskup. Tetapi waktu itu tidak atau belum ada kesepakatan bersama. Ada yang mengusulkan: petugas pembantu pembagi komuni (terlalu panjang); pelayan luar biasa: pelayan komuni, dll.
Tetapi ternyata usaha itu hilang seperti ditelan masa. Dan sebutan pro-diakon tampaknya yang paling populer.
Semoga dalam waktu dekat ada evaluasi atas persoalan ini.
🙂

SHARING DARI BP. SONNY ARENDS (Seorang prodiakon):

Demikianlah, akibat kurangnya “penataan” dalam Tugas dan Kewajiban serta rambu2 yang menuntun para Prodiakon ini membuat mereka menjadi berjalan di atas pelanggaran2 padahal tugas mereka adalah Pekerjaan Mulia tanpa pamrih dan selalu lebih banyak nombok materi dari pada “keuntungan” …. mungkin ada baiknya apabila dibuatkan suatu Aturan Khusus … See Moreatau Juklak bagi mereka agar mereka bisa berkarya tanpa harus berbenturan dengan aturan yang ada.

@C Wuwur, memang itu merupakan hal yang menyakitkan buat para Prodiakon, Pak! Saat membantu membagikan komuni disebelah Romo maka para umat gak mau antri di depan Prodiakon, tetapi coba Bapak bayangkan bila setiap Misa dihadiri oleh 800 – 2000 Umat? Harus berapa lama Romo dan Suster melayaninya ….. jangan melihat Prodiakon atau bahkan Romo-nya, Pak …. tetapi semata mata hanyalah konsentrasi pada Tubuh Kristus yang akan kita sambut!

Apalagi bila saat Misa jam:8:30, saat terik matahari, jemari tangan keringatan dan Hosti sampai terjatuh … maka konsekuensinya si Prodiakon harus menyantap hosti kotor itu di hadapan Umat …. Kalau perayaan Misa lancar maka gak ada komen apa2, tetapi bila ada kesalahan sedikit maka suaranya terdengar hampir satu gereja, hehehehehe ……!

SHARING DARI BP. Agus Wisnu

duh…kalo mengenai penyebutan namanya,mau prodiakon atau asisten imam atau PKTL,manut sama yang berwenang memberikan nama,..bagi saya pribadi melayani sesama mempunyai nilai yang tidak bisa terbilang harganya..karena hidup kita merasa tergunakan untuk melayani sesama kita,saudara kita,…apalagi ada gereja2 kecil/stasi yang belum terlayani secara … See Morerutin oleh romo paroki.maka peran prodiakon,sangatlah besar sebagai pewarta kabar gembira dari Tuhan.dan tugas yang diberikan oleh romo paroki,pasti dijalankan dengan gembira hati dan setulus hati.

SHARING DARI umat BP. Fatta Tanzil
Sy setuju banget kalo sebelum diberikan tugas tugas yg berkaitan dgn Liturgie diberikan pembekalan yg matang.
Termasuk tugas para Prodiakon, tetapi bagaimana dgn para Clerus… ? Mereka yg memahami juga kadang kadang tidak konsekwen utk melakasanakan nya. Antara seorang Imam dengan yg lain dalam pelaksanaan nya juga seenak nya dan sekena nya saja…. ??
Mohon diklarifikasikan…. Trims.

SHARING DARI umat Theresia Tri Ning
Benar… memang pengalamaqn saya menjadi prodiakon itu sejak perekrutan ,pembekalan sampai pelantikan melalui proses panjang. Saat pembekalan hanya diajari tata gerak dan sikap disekitar altar saja. Untuk pelaksanaan tugas sehari-hari di lingk/wilayah/paroki tidak dibekali,seperti cara mengubur orang meninggal,cara mengirim komuni orang sakit/jompo ,berkotbah ,memimpin ibadat dll. makasaatnya mulai sekarang harus ada perubahan dan pembekalan praktis. Kalau yang aktif membaca buku2 liturgi sih agakmending lho. Jangan kecil hati….Tuhan memberkati kita.

SHARING DARI umat Zenny Prijowibowo
Ya saya setuju dengan Fatta Tanzil dan Theresia Tri Ning, memang begitu adanya. Makanya kadang-kadang pada Bulan Liturgi Nasional (Mei) saat umat sharing mengenai Liturgi akhirnya tidak begitu ada manfaatnya. Toh yg punya kuasa ya Klerus (Pastor Paroki). Kita yg awam sudah mempelajari liturgi dengan JLIMET, tapi kalo pastor maunya BEGINI ya harus begini, tdk akan bisa BEGITU. Kalau mau digabung kan bagus : jadi BEGITI……?

3 Responses to “PRODIAKON – Pencerahan dan Sharing”

  1. Elias Franciscus Sitinjak said

    Apakah para pro-diakon boleh “mengobok-obok” dan berhak membagi hosti ke piala lainnya di altar?

  2. yth Romo dan bapak Prodiakon senior
    Saya membaca penjelasan dalam sharing menjadi ngeh. Mohon bantuan jawaban atau pencerahan agar saya dan teman teman tidak keliru dan mengganggu perayaan ekaristi.
    1. Bolehkan prodiakon maju ke altar membantu imam mempersiapkan persembahan, seperti membuka sibori.
    2. Bolehkan prodiakon mengambil Sakramen Maha Kudus setelah bertugas membagikan SMK kepada umat, lalu mengantongi dan kembali duduk bersama umat.
    Saya akan memperbanyak sharing dari kolom ini untuk bapak ibu prodiakon.
    Terima kasih.
    Berkah Dalem
    Martin Teiseran

  3. FX, Sriyono said

    Sharing tatagerak Prodiakon Paroki HTBSPM semoga bermanfaat.
    I. Perayaan Ekaristi/ Misa di Gereja :
    1. Istilah Prodiakon dari bahasa latin pro dan diakon; pro memiliki banyak arti demi, untuk, demi kepentingan, sebagai ganti, selaku, bagaikan, seolah-olah. sedangkan diakon berasal dari bahasa Yunani diakonos dari kata diakonein artinya melayani, membuat pelayanan, mengurusi, menyelesaikan. Jadi Prodiakon menunjukkan seseorang yang melaksanakan tugas selaku ganti seorang diakon. Sampai saat ini belum ada istilah lain yang lebih memuaskan yang dapat digunakan untuk menggantikan sebutan Prodiakon terutama bagi kami di Keuskupan Bandung.

    2. Peraraan Masuk :
    Urutan masuk dari Sakristi : Misdinar, Lektor, Pemazmur, Prodiakon, Frater, Pastur/ Imam.
    Di depan Altar setelah membungkuk bersama, Prodiakon duduk dibarisan umat di bangku paling depan.

    3. Prodiakon naik ke Panti Iman
    Doa Bapa Kami telah selesai dan Imam mengucapkan Embolime dan umat selesai menjawab :”Sebab Engkaulah Raya yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya” dan mengajak doa damai baru Prodiakon siap-siap bangkit dari bangku berdiri didepan Altar lalu berlutut/ membungkuk lalu naik kePanti Iman atau selesai Anak Domba Allah. Tidak tepat naik ke panti Iman selesai DSA pada saat doa Bapa Kami, Alasan Doa Bapa Kami adalah doa ajaran Kristus sendiri yang patut didoakan dengan penuh hikmad, tidak layak dan pantas umat semuanya sedang berdoa, Prodiakon berjalan menuju Panti Iman.

    4. Alternatif lain bila Prodiakon secara Liturgis tidak diizin ke Panti Iman apalagi membuka Tabernakel pada saat Peranyaan Ekaristi/ Misa.
    Setelah Imam selesai mengucapkan ajakan komuni :”Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dunia berbahagialah yang diundang dalam perjamuan Tuhan” dan Umat menjawab :“Ya Tuhan Saya tidak pantas Tuhan datang pada saya tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh”. Prodiakon baru bangkit berdiri berjalan ke depan Altar berdiri tegak menghadap altar. Imam turun dari Panti Iman menerimakan tubuh kristus terlebih dahulu. Setelah selesai pemberian komuni kepada Prodiakon, Iman baru menyerahkan sibori kepada prodiakon berikut kain purifikatoriun. Kemudian Prodiakon menyebar menuju tempat-tempat yang telah ditentukan didampingi misdinar membawa Lilin menyala. Komuni untuk misdinar dilakukan Prodiakon terakhir setelah umat selesai menyambut.
    Hal yang perlu diperhatikan :
    a. Koster harus menyiapkan sibori sejumlah Prodiakon di meja kreden
    b. Yang membuka dan menutup Tabernakel oleh Iman sendiri. (khusus Pastur tamu sebelum misa di infokan cara membuka kunci Tabernakel) dan Prodiakon tidak naik ke Pani Imam dan Imam sendiri yang turun ke depan Altar memberikan Komuni dan meyerahkan Sibori ke Prodiakon.
    c. Awalnya akan memakan waktu, maka perlu latihan seluruh anggota Prodiakon tanpa kecuali. Kalau sudah biasa akan lebih sakrar tidak terlihat umat di panti Iman Prodiakon hilir mudik, jalan-jalan.

    5. Saat pengembalian Sibori
    Mau tidak mau Prodiakon naik ke Panti Iman menyerahkan Sibori kepada Imam, Bila Imam masih membagi Komuni, menunggu Imam naik ke Panti Imam tidak ditaruh di Altar. Kemudian kembali lagi berdiri berjajar di depan Altar, Setelah Imam memasukkan Sibori kembali ke Tabernakel dan membungkuk/ berlutut, Prodiakon bersama-sama membukuk/ berlutut kemudian balik kanan berjalan kembali menuju bangku duduk semula.

    6. Peraraan Keluar :
    Setelah berkat pengutusan
    Prodiakon bangkit berdiri dan berjalan menuju depan Altar baris berjajar , menunggu Imam turun dari Panti Imam dan berdiri dibelakang Imam.
    Setelah Imam, Misdinar, Lektor, pemazmur dan Prodiakon, Frater (kalau ada) membungkuk/ berlutut bersama-sama, kemudian berjalan menuju ke Sakristi dengan urutan Misdinar, Lektor, Pemazmur, Prodiakon, Frater dab Imam.

    II. Memimpin Ibadat Sabda :
    1. Ada ketentuan yang jelas hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan prodiakon bila perlu di tetapkan oleh Keuskupan sebagai pedoman pelaksanaan tugas pelayanan Prodiakon baik dalam perayaan Ekaristi maupun dalam Tatacara memimpin Ibadat.

    2. Ada beberapa Tata ibadat Arwah / ibadat lainnya yang perlu di revisi, karena ajakan salam semuanya masih tertulis :”Tuhan sertamu” bukankah itu kata salam dari Imam, seharusnya untuk Prodiakon/ Awam menggunakan kata-kata “Semoga Tuhan berserta kita”

    3. Prodiakon perlu Buku – Buku Pegangan yang memadai misal ibadat mengirimkomuni, ibadat pemakaman dan perinagatan arwah.

    III. Perlengkapan Liturgi Prodiakon Paroki
    1. Pakaian liturgy untukProdiakon ryang resmi adalah Alba
    Alba yang baik adalah yang krahnya dapat menutup krah baju atau hem sehingga rapih dan tidak congklang (terlalu pendek) atau kedodoran (terlalu panjang). bila kedodoran harus memakai sungel agar tidak nyrimpet kaki mengakibatkan jatuh seyogyanya berwarna putih agak kekuning-kuningan agak tebal dan tidak panas.

    2. Asesoris tambahan berupa Samir
    Samir bukan stola ujung kain bertemu dan diberi Salib yang bergantung yang dikalungkan saat Prodiakon bertugas pelayanan dengan warna yang disesuaikan dengan kalender liturgy (Putih, ungu, hijau dan merah).
    3. Untuk Pelayanan mengirim komuni kudus kepada orang sakit dan di penjara
    Perlu disediakan Piksis, Sebenarnya yang menyediakan ini oleh Paroki atau masing-masing Prodiakon? Ini salah satu kendala yang kadang-kadang dalam pelaksanaannya, piksis tidak ada pada hari yang sama pengiriman komuni, dan kelemahan lain prodiakon yang membawa piksis tidak lagi mengembalikan ke gereja alasan jarak dan waktu.

    4. Untuk pelayanan pemakaman atau kremasi
    Perlu disediakan Hisop, untuk percikan pemberkatan makam ini juga sering pada saat diperlukan tidak ada, apakah Prodiakon harus juga memeliki sendiri-sendiri?
    Demikian sharing kami terima kasih. Berkah Dalem.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: