Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

  • Majalah Liturgi KWI

  • Kalender Liturgi

  • Music Liturgi

  • Visitor

    free counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    Free Hit Counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    free statistics

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    hit counters



    widget flash

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    web page counter

  • Subscribe

  • Blog Stats

    • 417,448 hits
  • Kitab Hukum Kanonik, Katekismus Gereja Katolik, Kitab Suci, Alkitab, Pengantar Kitab Suci, Pendalaman Alkitab, Katekismus, Jadwal Misa, Kanon Alkitab, Deuterokanonika, Alkitab Online, Kitab Suci Katolik, Agamakatolik, Gereja Katolik, Ekaristi, Pantang, Puasa, Devosi, Doa, Novena, Tuhan, Roh Kudus, Yesus, Yesus Kristus, Bunda Maria, Paus, Bapa Suci, Vatikan, Katolik, Ibadah, Audio Kitab Suci, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Tempat Bersejarah, Peta Kitabsuci, Peta Alkitab, Puji, Syukur, Protestan, Dokumen, Omk, Orang Muda Katolik, Mudika, Kki, Iman, Santo, Santa, Santo Dan Santa, Jadwal Misa, Jadwal Misa Regio Sumatera, Jadwal Misa Regio Jawa, Jadwal Misa Regio Ntt, Jadwal Misa Regio Nusa Tenggara Timur, Jadwal Misa Regio Kalimantan, Jadwal Misa Regio Sulawesi, Jadwal Misa Regio Papua, Jadwal Misa Keuskupan, Jadwal Misa Keuskupan Agung, Jadwal Misa Keuskupan Surfagan, Kaj, Kas, Romo, Uskup, Rosario, Pengalaman Iman, Biarawan, Biarawati, Hari, Minggu Palma, Paskah, Adven, Rabu Abu, Pentekosta, Sabtu Suci, Kamis Putih, Kudus, Malaikat, Natal, Mukjizat, Novena, Hati, Kudus, Api Penyucian, Api, Penyucian, Purgatory, Aplogetik, Apologetik Bunda Maria, Aplogetik Kitab Suci, Aplogetik Api Penyucian, Sakramen, Sakramen Krisma, Sakramen Baptis, Sakramen Perkawinan, Sakramen Imamat, Sakramen Ekaristi, Sakramen Perminyakan, Sakramen Tobat, Liturgy, Kalender Liturgi, Calendar Liturgi, Tpe 2005, Tpe, Tata Perayaan Ekaristi, Dosa, Dosa Ringan, Dosa Berat, Silsilah Yesus, Pengenalan Akan Allah, Allah Tritunggal, Trinitas, Satu, Kudus, Katolik, Apostolik, Artai Kata Liturgi, Tata Kata Liturgi, Busana Liturgi, Piranti Liturgi, Bunga Liturgi, Kristiani, Katekese, Katekese Umat, Katekese Lingkungan, Bina Iman Anak, Bina Iman Remaja, Kwi, Iman, Pengharapan, Kasih, Musik Liturgi, Doktrin, Dogma, Katholik, Ortodoks, Catholic, Christian, Christ, Jesus, Mary, Church, Eucharist, Evangelisasi, Allah, Bapa, Putra, Roh Kudus, Injil, Surga, Tuhan, Yubileum, Misa, Martir, Agama, Roma, Beata, Beato, Sacrament, Music Liturgy, Liturgy, Apology, Liturgical Calendar, Liturgical, Pope, Hierarki, Dasar Iman Katolik, Credo, Syahadat, Syahadat Para Rasul, Syahadat Nicea Konstantinople, Konsili Vatikan II, Konsili Ekumenis, Ensiklik, Esniklik Pope, Latter Pope, Orangkudus, Sadar Lirutgi

PUMR 82 : DALAM KAITANNYA DENGAN RITUS DAMAI

Posted by liturgiekaristi on March 15, 2011


Post 15 Maret 2011

“Kemudian diadakan ritus damai. Pada bagian ini Gereja memohon damai dan kesatuan bagi Gereja sendiri dan bagi seluruh umat manusia, sedangkan umat beriman, menyatakan persekutuan jemaat dan cinta kasih satu sama lain sebelum dipersatukan dalam Tubuh Kristus.” (PUMR 82)

SEPUTAR LITURGI DAN PERAYAAN EKARISTI GEREJA KATOLIK INDONESIA

Selengkapnya PUMR 82: 

“Kemudian diadakan ritus damai. Pada bagian ini Gereja memohon damai dan kesatuan bagi Gereja sendiri dan bagi seluruh umat manusia, sedangkan umat beriman, menyatakan persekutuan jemaat dan cinta kasih satu sama lain s…ebelum dipersatukan dalam Tubuh Kristus.

Cara memberikan salam-damai ditentukan oleh Konferensi Uskup sesuai dengan kekhasan dan kebiasaan masing-masing bangsa. Akan tetapi, seyogyanya setiap orang memberikan salam-damai hanya kepada orang-orang yang ada di dekatnya dan dengan cara yang pantas.”

=======================================

Orang Kristen memberikan salam damai sebagai tanda bahwa mereka ingin menyatakan kasih dan damai satu sama lain. Umat berdamai, mengampuni orang yang bersalah, yang melukai dan menindas umat.

Damai yang dimaksudkan di sini adalah damai dalam arti biblis, yang merangkum juga kesejahteraan, kebaikan, dan berkat. Damai adalah keadaan di mana manusia hidup rukun dengan alam, dengan sesama, dan dengan Allah.

Dalam doa, sangat ditekankan damai yang nyata: “Damai-Ku Kutinggalkan bagimu. Damai-Ku Kuberikan kepadamu” (Yoh 14:27). Inilah doa bagi kedamaian dan kesatuan Gereja serta seluruh umat manusia. Dalam doa ini damai dilihat dan dihayati sebagai ungkapan cinta kasih timbal-balik antar anggota umat sebelum menyambut roti yang satu, yang membuat mereka menjadi satu dalam Kristus. Karena itu, sebelum mengulurkan tangan mengambil Roti Kehidupan dari altar, umat mengulurkan tangan terlebih dahulu kepada sesama untuk memohon maaf dan memberikan maaf dengan ikhlas hati.

KOMENTAR UMAT :
Umat 1.
Perasaan damai jelang menyambut Tubuh Kristus
Adlh hal yg luar biasa.terlebih wkt saling menyampaikan salam damai pd umat.
Namun perlu diingat oleh umat,bhw dlm mnyampaikan salam damai,cukup pd org2 di sblh kiri knn saja,tdk prl keluar jalur …tmpt du2k,akhirnya jd memperpjg wkt,bhkn sering Pastor jd menunggu umat utk tertib kembali.

Umat 2 :

Sampai sekarang saya masih kurang sreg dengan kebiasaan memberikan salam damai secara lahiriah kepada orang di sekitar, apalagi, ditambah dengan dirigen memimpin lagu “Salam Damai” dengan penuh semangat, ditambah lagi dengan organis yang menghentak organnya…. Suasana menjadi riuh dengan itu 😦

PENCERAHAN DARI Noor Noey Indah

Diakon atau (kalau tdk ada Diakon) Imam sendiri dpt mengajak umat saling menyatakan Salam Dama, misalnya dengan bersalaman sambil berkata “Damai Kristus” ; atau dg cara yg sesuai. (TPE 2005) 

saya setuju dg @Elisabeth Ratuela, bhw memberikan …salam damai cukup kpd org di samping kiri, kanan, depan, & belakang kita saja.. spy tdk terlalu ndlawer & riuh..

saya jg setuju dg @Agnes Bemoe.. Salam Damai bila dinyanyikan tidak perlu terlalu menggebu2 apalagi organis mengirirnginya dg penuh improvisasi yg berlebihan, shg membuat suasana menjadi krg sakral.. sebab Puncak Perayaan Ekaristi bukan pd wkt kita menyanyikan Salam Damai.

*cmiiw

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: