Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

  • Majalah Liturgi KWI

  • Kalender Liturgi

  • Music Liturgi

  • Visitor

    free counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    Free Hit Counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    free statistics

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    hit counters



    widget flash

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    web page counter

  • Subscribe

  • Blog Stats

    • 483,589 hits
  • Kitab Hukum Kanonik, Katekismus Gereja Katolik, Kitab Suci, Alkitab, Pengantar Kitab Suci, Pendalaman Alkitab, Katekismus, Jadwal Misa, Kanon Alkitab, Deuterokanonika, Alkitab Online, Kitab Suci Katolik, Agamakatolik, Gereja Katolik, Ekaristi, Pantang, Puasa, Devosi, Doa, Novena, Tuhan, Roh Kudus, Yesus, Yesus Kristus, Bunda Maria, Paus, Bapa Suci, Vatikan, Katolik, Ibadah, Audio Kitab Suci, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Tempat Bersejarah, Peta Kitabsuci, Peta Alkitab, Puji, Syukur, Protestan, Dokumen, Omk, Orang Muda Katolik, Mudika, Kki, Iman, Santo, Santa, Santo Dan Santa, Jadwal Misa, Jadwal Misa Regio Sumatera, Jadwal Misa Regio Jawa, Jadwal Misa Regio Ntt, Jadwal Misa Regio Nusa Tenggara Timur, Jadwal Misa Regio Kalimantan, Jadwal Misa Regio Sulawesi, Jadwal Misa Regio Papua, Jadwal Misa Keuskupan, Jadwal Misa Keuskupan Agung, Jadwal Misa Keuskupan Surfagan, Kaj, Kas, Romo, Uskup, Rosario, Pengalaman Iman, Biarawan, Biarawati, Hari, Minggu Palma, Paskah, Adven, Rabu Abu, Pentekosta, Sabtu Suci, Kamis Putih, Kudus, Malaikat, Natal, Mukjizat, Novena, Hati, Kudus, Api Penyucian, Api, Penyucian, Purgatory, Aplogetik, Apologetik Bunda Maria, Aplogetik Kitab Suci, Aplogetik Api Penyucian, Sakramen, Sakramen Krisma, Sakramen Baptis, Sakramen Perkawinan, Sakramen Imamat, Sakramen Ekaristi, Sakramen Perminyakan, Sakramen Tobat, Liturgy, Kalender Liturgi, Calendar Liturgi, Tpe 2005, Tpe, Tata Perayaan Ekaristi, Dosa, Dosa Ringan, Dosa Berat, Silsilah Yesus, Pengenalan Akan Allah, Allah Tritunggal, Trinitas, Satu, Kudus, Katolik, Apostolik, Artai Kata Liturgi, Tata Kata Liturgi, Busana Liturgi, Piranti Liturgi, Bunga Liturgi, Kristiani, Katekese, Katekese Umat, Katekese Lingkungan, Bina Iman Anak, Bina Iman Remaja, Kwi, Iman, Pengharapan, Kasih, Musik Liturgi, Doktrin, Dogma, Katholik, Ortodoks, Catholic, Christian, Christ, Jesus, Mary, Church, Eucharist, Evangelisasi, Allah, Bapa, Putra, Roh Kudus, Injil, Surga, Tuhan, Yubileum, Misa, Martir, Agama, Roma, Beata, Beato, Sacrament, Music Liturgy, Liturgy, Apology, Liturgical Calendar, Liturgical, Pope, Hierarki, Dasar Iman Katolik, Credo, Syahadat, Syahadat Para Rasul, Syahadat Nicea Konstantinople, Konsili Vatikan II, Konsili Ekumenis, Ensiklik, Esniklik Pope, Latter Pope, Orangkudus, Sadar Lirutgi

PUMR 86 & 87 – DALAM KAITANNYA DENGAN NYANYIAN KOMUNI

Posted by liturgiekaristi on March 15, 2011


Post 15 Maret 2011

“Sementara imam menyambut Tubuh dan Darah Kristus, nyanyian komuni dimulai. Maksud nyanyian ini ialah:
(1) agar umat secara batin bersatu dalam komuni juga menyatakan persatuan secara lahir dalam nyanyian bersama,
(2) menunjukan kegembiraan hati, dan
(3) menggarisbawahi corak “jemaat” dari perarakan komuni.”

PENCERAHAN DARI SEPUTAR LITURGI DAN PERAYAAN EKARISTI GEREJA KATOLIK INDONESIA

Selengkapnya PUMR 86:

“Sementara imam menyambut Tubuh dan Darah Kristus, nyanyian komuni dimulai. Maksud nyanyian ini ialah:
(1) agar umat secara batin bersatu dalam komuni juga menyatakan persatuan secara lahir dalam nyanyian bersama,
(2) men…unjukan kegembiraan hati, dan
(3) menggarisbawahi corak “jemaat” dari perarakan komuni. Nyanyian itu berlangsung terus selama umat menyambut,[*] dan berhenti kalau dianggap cukup. Jika sesudah komuni masih ada nyanyian, maka nyanyian komuni harus diakhiri pada waktunya.

Haruslah diupayakan agar para penyanyi pun dapat menyambut komuni dengan tenang.”

dan PUMR 87:

“Untuk nyanyian komuni dapat diambil antifon komuni dari Graduale Romanum dengan atau tanpa ayat mazmur; dapat juga diambil dari antifon komuni beserta ayat-ayat mazmurnya dari Graduale Simplex. Nyanyian lain yang telah disetujui oleh Konferensi Uskup boleh digunakan juga. Nyanyian itu dapat dibawakan oleh paduan suara sendiri, atau oleh paduan suara/ solis bersama dengan jemaat .

Kalau tidak ada nyanyian komuni, maka antifon komuni yang terdapat dalam Misale dapat dibacakan oleh umat beriman atau oleh beberapa orang dari mereka, atau oleh lektor. Atau, dapat juga dibacakan oleh imam sendiri sesudah ia menyambut Tubuh dan Darah Kristus, sebelum membagikannya kepada umat beriman.”

PENCERAHAN DARI SEPUTAR LITURGI DAN PERAYAAN EKARISTI GEREJA KATOLIK INDONESIA

Pembagian Tubuh (dan Darah) Kristus merupakan ungkapan persekutuan umat dengan Tuhan dan dengan sesama. Kegiatan ini harus dipandang sebagai lanjutan dari bagian Persembahan Roti, dan terutama sebagai lanjutan DSA dan partisipasi nyata dalam perjamuan Tuhan. Oleh sebab itu, Tubuh (dan Darah) Kristus yang dibagikan kepada umat, seharusnya merupakan roti dan anggur yang dikumpulkan pada waktu Persiapan Persembahan dan yang menjadi Tubuh dan Darah Kristus dalam DSA perayaan Ekaristi yang bersangkutan. Pembagian Tubuh Kristus dari perayaan Ekaristi sebelumnya harus dipandang sebagai hal yang kurang tepat. Maka dalam bagian Persiapan Persembahan perlu diperhatikan penyediaan roti dan anggur secukupnya untuk umat yang akan ikut menyambut Tubuh (dan Darah) Kristus dari perayaan Ekaristi yang diikutinya (PUMR 85). 

Dalam pembagian Komuni hendaklah diperhatikan beberapa unsur yang saling kait-mengait:

Tindakan komuni adalah suatu perarakan, yang merupakan salah satu dari perarakan penting dalam ritus Romawi, yaitu pembukaan dan komuni. Tindakan ini diiringi dengan nyanyian. Perarakan dan nyanyian ini bersama-sama mengungkapkan kesatuan para penerima komuni, menunjukkan kegembiraan hati dan rasa persaudaraan antar mereka. Karena itu, komuni kudus pada saat ini tidak lagi merupakan kesalehan pribadi, melainkan merupakan sebuah tindakan jemaat yang sedang berdoa, supaya mereka dapat dipersatukan lebih erat dengan Kristus dan melalui Kristus dengan rekan seibadat serta saudara-saudara seiman di seluruh dunia. Di akhir abad XX ini Gereja ingin lebih memeperlihatkan jati dirinya sebagai satu koinonia atau persekutuan. Justru komuni kudus merupakan tanda yang paling jelas dan paling bermakna dari koinonia itu. Pada saat umat menerima komuni, di saat itulah Gereja dijadikan satu tubuh.

PENCERAHAN DARI AWAM Noor Noey Indah

Peran koor dlm perayaan ekaristi adalah bahwa dg memadukan suara yg dihasilkannya, dpt mengajak & mengangkat suara Umat utk ikut serta terlibat dlm setiap nyanyian yg digunakan dlm Misa tsb. Krn koor bukan hanya sbg pengiring dan pemberi suasana bg perayaan liturgi shg umat smkn dpt berdoa & bernyanyi dg baik, tetapi jg sebagai pewarta sabda dan misteri Allah sendiri. Dg nyanyian2nya, umat beriman dibantu utk masuk kedlm misteri penyelamatan Tuhan yg sedang dirayakan dalam Misa kudus itu.
Hendaknya petugas koor jg memahami, bhw pada saat tugas pelayan koor digereja, kt dituntut utk mengerti & mematuhi aturan liturgi yg benar.. bukan utk ujuk kebolehan atau ajang show.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: