Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

  • Majalah Liturgi KWI

  • Kalender Liturgi

  • Music Liturgi

  • Visitor

    free counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    Free Hit Counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    free statistics

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    hit counters



    widget flash

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    web page counter

  • Subscribe

  • Blog Stats

    • 480,081 hits
  • Kitab Hukum Kanonik, Katekismus Gereja Katolik, Kitab Suci, Alkitab, Pengantar Kitab Suci, Pendalaman Alkitab, Katekismus, Jadwal Misa, Kanon Alkitab, Deuterokanonika, Alkitab Online, Kitab Suci Katolik, Agamakatolik, Gereja Katolik, Ekaristi, Pantang, Puasa, Devosi, Doa, Novena, Tuhan, Roh Kudus, Yesus, Yesus Kristus, Bunda Maria, Paus, Bapa Suci, Vatikan, Katolik, Ibadah, Audio Kitab Suci, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Tempat Bersejarah, Peta Kitabsuci, Peta Alkitab, Puji, Syukur, Protestan, Dokumen, Omk, Orang Muda Katolik, Mudika, Kki, Iman, Santo, Santa, Santo Dan Santa, Jadwal Misa, Jadwal Misa Regio Sumatera, Jadwal Misa Regio Jawa, Jadwal Misa Regio Ntt, Jadwal Misa Regio Nusa Tenggara Timur, Jadwal Misa Regio Kalimantan, Jadwal Misa Regio Sulawesi, Jadwal Misa Regio Papua, Jadwal Misa Keuskupan, Jadwal Misa Keuskupan Agung, Jadwal Misa Keuskupan Surfagan, Kaj, Kas, Romo, Uskup, Rosario, Pengalaman Iman, Biarawan, Biarawati, Hari, Minggu Palma, Paskah, Adven, Rabu Abu, Pentekosta, Sabtu Suci, Kamis Putih, Kudus, Malaikat, Natal, Mukjizat, Novena, Hati, Kudus, Api Penyucian, Api, Penyucian, Purgatory, Aplogetik, Apologetik Bunda Maria, Aplogetik Kitab Suci, Aplogetik Api Penyucian, Sakramen, Sakramen Krisma, Sakramen Baptis, Sakramen Perkawinan, Sakramen Imamat, Sakramen Ekaristi, Sakramen Perminyakan, Sakramen Tobat, Liturgy, Kalender Liturgi, Calendar Liturgi, Tpe 2005, Tpe, Tata Perayaan Ekaristi, Dosa, Dosa Ringan, Dosa Berat, Silsilah Yesus, Pengenalan Akan Allah, Allah Tritunggal, Trinitas, Satu, Kudus, Katolik, Apostolik, Artai Kata Liturgi, Tata Kata Liturgi, Busana Liturgi, Piranti Liturgi, Bunga Liturgi, Kristiani, Katekese, Katekese Umat, Katekese Lingkungan, Bina Iman Anak, Bina Iman Remaja, Kwi, Iman, Pengharapan, Kasih, Musik Liturgi, Doktrin, Dogma, Katholik, Ortodoks, Catholic, Christian, Christ, Jesus, Mary, Church, Eucharist, Evangelisasi, Allah, Bapa, Putra, Roh Kudus, Injil, Surga, Tuhan, Yubileum, Misa, Martir, Agama, Roma, Beata, Beato, Sacrament, Music Liturgy, Liturgy, Apology, Liturgical Calendar, Liturgical, Pope, Hierarki, Dasar Iman Katolik, Credo, Syahadat, Syahadat Para Rasul, Syahadat Nicea Konstantinople, Konsili Vatikan II, Konsili Ekumenis, Ensiklik, Esniklik Pope, Latter Pope, Orangkudus, Sadar Lirutgi

PUMR 88- DAN KAITANNYA DENGAN KOMUNI

Posted by liturgiekaristi on March 15, 2011


Post 15 Maret 2011

“Sesudah pembagian Tubuh dan Darah Kristus selesai, sebaiknya imam dan umat beriman berdoa sejenak dalam keheningan. Dapat juga dilagukan madah syukur atau nyanyian pujian, atau didoakan mazmur, oleh seluruh jemaat.” (PUMR 88)

Tentang Komuni Dua Rupa, PUMR 14:

“Terdorong oleh semangat pastoral yang sama, Konsili Vatikan II telah berhasil meninjau kembali penetapan Konsili Trente tentang komuni-dua-rupa. Sebab dewasa ini tidak dipersoalkan lagi ajaran bahwa komuni-…roti saja sudah merupakan komuni penuh. Namun Konsili mengizinkan komuni-dua-rupa pada kesempatan-kesempatan tertentu, supaya dengan demikian lambang sakramen menjadi tampak lebih jelas dan misteri Ekaristi dipahami secara lebih mendalam oleh umat beriman yang merayakannya.”

dan PUMR 281:

“Sebagai tanda, komuni kudus mempunyai bentuk yang lebih penuh kalau disambut dalam rupa roti dan anggur, sebab komuni-dua-rupa itu melambangkan dengan lebih sempurna perjamuan ekaristi. Juga dinyatakan dengan lebih jelas bahwa perjanjian yang baru dan kekal diikat dalam Darah Tuhan. Kecuali itu, lewat komuni-dua-rupa tampak jelas juga hubungan antara perjamuan ekaristi di dunia dan perjamuan eskatologis dalam kerajaan Bapa.”

PENCERAHAN DARI SEPUTAR LITURGI DAN PERAYAAN EKARISTI GEREJA KATOLIK INDONESIA

Yesus meminta para rasul-Nya untuk mengenangkan Dia dengan makan dan minum dari piala. Komuni Tubuh dan Darah Kristus merupakan praktik yang biasa dalam Gereja hingga abad XII dan XIII. 

Dilihat dari segi perlambangan, komuni kudus mendapat b…entuk yang lebih sempurna, kalau dilaksanakan dalam dua bentuk, karena komuni Tubuh dan Darah Kristus melambangkan Ekaristi secara lebih sempurna. Di samping itu dinyatakan dengan lebih jelas bahwa perjanjian baru dan kekal disahkan dalam Darah Tuhan. Kecuali itu, tampak jelas juga hubungan antara perjamuan Ekaristi dan perjamuan eskatologis dalam kerajaan Allah. Dengan makan Tubuh Kristus dan minum Darah-Nya, umat sudah mengambil bagian dalam hidup ilahi-Nya. Manusia lama pelan-pelan mati, dan lahirlah manusia baru.

Konsili Vatikan II menghidupkan kembali kebiasaan komuni dalam dua rupa, sebab cara ini mengungkapkan secara utuh apa yang dilakukan oleh Kristus pada perjamuan terakhir, ketika Ia bersabda: “Ambillah dan makanlah, ambillah dan minumlah” (Mat 26:26-27). Di sini tampak jelas cinta kasih Yesus yang disalibkan: “Darah yang ditumpahkan bagi keselamatan umat manusia”. Cinta kasih itulah yang sekarang diserahkan kepada seluruh umat. Mereka yang menerima komuni melaksanakan kenangan yang lebih serasi dengan apa yang dilakukan oleh Kristus pada perjamuan terakhir itu. Komuni dalam dua rupa lebih jelas menyatakan Ekaristis sebagai perjamuan, yang biasanya terdiri dari makan dan minum. Karena itu pula, komuni dalam dua rupa lebih mempertegas arti Ekaristi sebagai kenangan. Dalam mengenangkan peristiwa Kristus, umat lebih bersatu dengan kurban Kristus, dengan penyerahan diri-Nya, yang membuat mereka mampu menyerahkan diri kepada Bapa surgawi.

Rumus yang dipakai dalam menerimakan komuni ialah “Tubuh Kristus….Darah Kristus” dan umat menjawabnya dengan seruan “Amin”. Di Timur rumus-rumus ini telah dipakai dalam tulisan-tulisan Santo Sirilus dari Yerusalem. Di Barat dalam tulisan-tulisan Santo Ambrosius dikatakan bahwa aklamasi “Amin” bukan sekedar satu ucapan tanpa makna, melainkan suatu pernyataan bahwa umat pada saat ini menerima Tubuh dan Darah Kristus. Karena itu, apabila umat menjawab “Amin” kepada ucapan “Tubuh Kristus”, benarlah jawaban itu. Simpanlah di hati apa yang kamu akui dengan mulut.

PENCERAHAN DARI PASTOR Zepto-Triffon Triff

Paham/ajaran Gereja tentang KOMUNI/SAKRAMEN MAHA KUDUS didukung pula lewat ATURAN TENTANG CARA penerimaan komuni dua rupa. 

1) Komuni, bila diterimakan dua rupa, maka petugas pembagi komuni, mengambil Tubuh Kristus dari sibori, lalu mencelupk…annya ke dalam piala berisi Darah Kristus, lalu menerimakannya ke mulut si penerima komuni. Sebab, umat tak diperkenankan mengambil sendiri komuni dari patena/sibori. Yang boleh mengambil sendiri hanyalah imam/diakon, ITUPUN BOLEH BILA ia turut berkonselebrasi dalam perayaan itu.
2) Dokumen/Instruksi ‘Sakramen Penebusan’ jelas-jelas melarang cara penerimaan komuni dengan ‘SALING SUAP’ seperti yang cukup sering terjadi misalnya pada upacara pernikahan.

Semoga bermanfaat sebagai pencerahan.
Salam, Zepto-Triffon, Sorong

PENCERAHAN DARI PASTOR Zepto-Triffon Triff

Tentang KOMUNI-DUA-RUPA. Beberapa kutipan dari Instruksi ‘REDEMPTIONIS SACRAMENTUM’ (Sakramen Penebusan) yang dikeluarkan oleh Kongregasi Ibadat dan Tata Tertib Sakramen di Roma, 25 Maret 2004 (huruf KAPITAL dari saya). 

No. 94:
”Umat TIDAK DIIZINKAN mengambil sendiri -apalagi meneruskan kepada orang lain- Hosti Kudus atau Piala Kudus. Dalam konteks ini harus ditinggalkan juga PENYIMPANGAN di mana kedua mempelai SALING MENERIMAKAN KOMUNI dalam Misa Perkawinan”.

No. 103:
”Menurut Misale Romawi, pembagian KOMUNI-DUA-RUPA dapat dilaksanakan sebagai berikut: …. orang yang menyambut itu HARUS MENERIMA SAKRAMEN DARI IMAM yang meletakkan pada MULUTNYA”.

No. 104:
”UMAT yang menyambut, TIDAK DIBERI IZIN UNTUK MENCELUPKAN SENDIRI HOSTI ke dalam piala; tidak boleh juga ia menerima hosti yang sudah dicelupkan itu pada tangannya….”

Semoga bermanfaat

PERTANYAAN UMAT Noor Noey Indah

walau agak terlambat membacanya.. tks utk pencerahannya Romo Zepto.. 

Sebagian Umat bahkan Imam msh sering manerima / memberikan Komuni dua rupa dg cara umat mencelupkan sendiri Hosti (yg diberikan oleh Imam) ke dlm piala. Bahkan pernah suatu  waktu saya mengikuti Misa di lingkungan, Hosti (dlm sibori) & Piala berisi anggur di taruh di atas meja (altar), dan umat mengambil Hosti kemudian mencelupkannya sendiri ke dlm Piala yg berisi anggur itu.
Seandainya hal ini terjadi lagi, bagaimana sebaiknya saya bersikap ? tetap ikut menyambut Komuni atau berdiam diri saja ?

Mohon pencerahan Romo Zepto.. Tks.

PENCERAHAN DARI PASTOR Zepto-Triffon Triff

Ibu Noor,
dalam keadaan seperti itu, memang ada beberapa kemungkinan, antara lain sosialisasi teks2 dokumen Gereja yang masih begitu terbatas, juga karena kebiasaan lama dari imam seringkali masih kuat terbawa-bawa.
Namun, apa yg diatur dalam pedoman normatif tsb hanya menyangkut ‘cara’. Memang ketertiban terkait ‘cara’ penerimaan komuni itu penting. Namun di atas segala2nya, YESUS yang disambut itu jauh lebih penting.
Maka, ketika menghadapi kasus serupa, JANGAN SEGAN-SEGAN PERGI MENYAMBUT ATAS CARA YANG DISODORKAN ITU.

Tanggapan penanya Noor Noey Indah

Baiklah… Terimakasih Romo Zepto atas pencerahannya, skrg sy tidak ragu2 lagi utk menyambut Hosti bila terjadi situasi yg spt itu lg, & terus berusaha mengajak teman2 utk belajar, bersama menggunakan pedoman yg benar, ke arah yg benar.
Sekali lagi, terimakasih Romo.. Mohon berkat dan doa..
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: