Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

  • Majalah Liturgi KWI

  • Kalender Liturgi

  • Music Liturgi

  • Visitor

    free counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    Free Hit Counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    free statistics

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    hit counters



    widget flash

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    web page counter

  • Subscribe

  • Blog Stats

    • 446,744 hits
  • Kitab Hukum Kanonik, Katekismus Gereja Katolik, Kitab Suci, Alkitab, Pengantar Kitab Suci, Pendalaman Alkitab, Katekismus, Jadwal Misa, Kanon Alkitab, Deuterokanonika, Alkitab Online, Kitab Suci Katolik, Agamakatolik, Gereja Katolik, Ekaristi, Pantang, Puasa, Devosi, Doa, Novena, Tuhan, Roh Kudus, Yesus, Yesus Kristus, Bunda Maria, Paus, Bapa Suci, Vatikan, Katolik, Ibadah, Audio Kitab Suci, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Tempat Bersejarah, Peta Kitabsuci, Peta Alkitab, Puji, Syukur, Protestan, Dokumen, Omk, Orang Muda Katolik, Mudika, Kki, Iman, Santo, Santa, Santo Dan Santa, Jadwal Misa, Jadwal Misa Regio Sumatera, Jadwal Misa Regio Jawa, Jadwal Misa Regio Ntt, Jadwal Misa Regio Nusa Tenggara Timur, Jadwal Misa Regio Kalimantan, Jadwal Misa Regio Sulawesi, Jadwal Misa Regio Papua, Jadwal Misa Keuskupan, Jadwal Misa Keuskupan Agung, Jadwal Misa Keuskupan Surfagan, Kaj, Kas, Romo, Uskup, Rosario, Pengalaman Iman, Biarawan, Biarawati, Hari, Minggu Palma, Paskah, Adven, Rabu Abu, Pentekosta, Sabtu Suci, Kamis Putih, Kudus, Malaikat, Natal, Mukjizat, Novena, Hati, Kudus, Api Penyucian, Api, Penyucian, Purgatory, Aplogetik, Apologetik Bunda Maria, Aplogetik Kitab Suci, Aplogetik Api Penyucian, Sakramen, Sakramen Krisma, Sakramen Baptis, Sakramen Perkawinan, Sakramen Imamat, Sakramen Ekaristi, Sakramen Perminyakan, Sakramen Tobat, Liturgy, Kalender Liturgi, Calendar Liturgi, Tpe 2005, Tpe, Tata Perayaan Ekaristi, Dosa, Dosa Ringan, Dosa Berat, Silsilah Yesus, Pengenalan Akan Allah, Allah Tritunggal, Trinitas, Satu, Kudus, Katolik, Apostolik, Artai Kata Liturgi, Tata Kata Liturgi, Busana Liturgi, Piranti Liturgi, Bunga Liturgi, Kristiani, Katekese, Katekese Umat, Katekese Lingkungan, Bina Iman Anak, Bina Iman Remaja, Kwi, Iman, Pengharapan, Kasih, Musik Liturgi, Doktrin, Dogma, Katholik, Ortodoks, Catholic, Christian, Christ, Jesus, Mary, Church, Eucharist, Evangelisasi, Allah, Bapa, Putra, Roh Kudus, Injil, Surga, Tuhan, Yubileum, Misa, Martir, Agama, Roma, Beata, Beato, Sacrament, Music Liturgy, Liturgy, Apology, Liturgical Calendar, Liturgical, Pope, Hierarki, Dasar Iman Katolik, Credo, Syahadat, Syahadat Para Rasul, Syahadat Nicea Konstantinople, Konsili Vatikan II, Konsili Ekumenis, Ensiklik, Esniklik Pope, Latter Pope, Orangkudus, Sadar Lirutgi

REDEMPTIONIS SACRAMENTUM ART. 94 : KAITANNYA DENGAN HOSTI KUDUS/PIALA KUDUS

Posted by liturgiekaristi on March 16, 2011


“Umat tidak diizinkan mengambil sendiri – apalagi meneruskan kepada orang lain – Hosti Kudus atau Piala Kudus. Dalam konteks ini harus ditinggalkan juga penyimpangan dimana kedua mempelai saling menerimakan Komuni Suci dalam Misa Perkawinan.” (Redemptionis Sacramentum art. 94)

Apa yang disebut sebagai penyimpangan dalam kutipan ini masih banyak terjadi. Kewajiban kita semua untuk menghentikan penyimpangan ini.

Pertanyaan Gabriel A Lasdin

BGMNA DGN KOMUNI DI TANGAN?

SEPUTAR LITURGI DAN PERAYAAN EKARISTI GEREJA KATOLIK INDONESIA

RS 92. Walaupun tiap orang tetap selalu berhak menyambut Komuni pada lidah jika ia menginginkan demikian, namun kalau ada orang yang ingin menyambut Komuni di tangan, di wilayah-wilayah di mana Konferensi Uskup setempat – dengan recognitio …oleh Takhta Apostolik – telah mengizinkannya, maka hosti kudus harus harus diberikan kepadanya. Akan tetapi harus diperhatikan baik-baik agar hosti dimakan oleh si penerima itu pada saat masih berada di hadapan petugas Komuni; sebab orang tidak boleh menjauhkan diri sambil membawa Roti Ekaristi di tangan. Jika ada bahaya profanasi, maka hendaknya Komuni Suci tidak diberikan di tangan.

Pertanyaan umat

Evi Trisiani

Saya pernah ikut misa dimana romo memegang piala anggur di tangan kanan dan piala hosti di tangan kiri kemudian umat mengambil sendiri hosti kemudian mencelupkan ke piala anggur lalu dimakan.. Apakah boleh?
Dan biasanya hosti dimakan stlh umat menerima hosti dan jalan geser ke kiri atau kanan dari romo atau prodiakon.

Harnaningrum Ln

ada yang mau saya tanyakan, mungkin tidak sangat berhubungan, tetapi berhubungan dengan penerimaan komuni. Jika secara tidak sengaja komuni itu jatuh ke lantai dan kita melihatnya sementara mungkin prodiakon/imam tidak melihatnya, apa yang sebaiknya kita lakukan? mengambilnya kemudian kita makan? mengambilnya kemudian diberikan kepada prodiakon/imam? atau memberi tahu mereka? atau yang lain? Terima kasih

‎@Evi Trisiani: Menurut RS 94 di atas, tidak boleh. Umat tidak diizinkan mengambil sendiri. Memang terkadang bertemu situasi ketika akan menyambut komuni ternyata imam menawarkan seperti yang ibu Evi sebutkan. Kalau saya dalam posisi seperti itu (dan pernah beberapa kali), saya akan tetap mengambil hosti dan mencelupkannya sendiri. Namun setelah misa saya menemui romo tsb dan menyampaikan norma-norma liturgi ini, agar harapannya di kemudian hari romo tsb tidak mengulanginya lagi. Beberapa kali cara ini berhasil, walaupun ada juga romo yang tidak mau dikoreksi. 

@Harnaningrum Ln: kalau bertemu situasi demikian, sebaiknya segera diambil dan dimakan.

Pertanyaan MoDjok GheeToo Lho

Ketika ditawarkan/disodorkan oleh imam maka “tidk sm dg ambil sendiri”. Ambil sendiri itu adlh ketika ditaruh di altar & umat maju “self service”.. smtr imam duduk (liatin umat/doa)

SEPUTAR LITURGI DAN PERAYAAN EKARISTI GEREJA KATOLIK INDONESIA

‎@MoDjok GheeToo Lho: Sepanjang yang saya tahu, tidak ada ketentuan self service seperti itu. Imam, selain Uskup dan Diakon adalah pelayan Komuni, yang tugasnya memberikan komuni kepada umat. 

Lebih lanjut tentang komuni dua rupa:
287. Kalau komuni-dua-rupa dilaksanakan dengan mencelupkan hosti ke dalam anggur, tiap penyambut, sambil memegang patena di bawah dagu, menghadap imam yang memegang piala. Di samping imam berdiri pelayan yang memegang bejana kudus berisi hosti. Imam mengambil hosti, mencelupkan sebagian ke dalam piala, memperlihatkannya kepada penyambut sambil berkata: Tubuh dan Darah Kristus. Penyambut menjawab: Amin, lalu menerima hosti dengan mulut, dan kemudian kembali ke tempat duduk.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: