Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

  • Majalah Liturgi KWI

  • Kalender Liturgi

  • Music Liturgi

  • Visitor

    free counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    Free Hit Counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    free statistics

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    hit counters



    widget flash

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    web page counter

  • Subscribe

  • Blog Stats

    • 377,310 hits
  • Kitab Hukum Kanonik, Katekismus Gereja Katolik, Kitab Suci, Alkitab, Pengantar Kitab Suci, Pendalaman Alkitab, Katekismus, Jadwal Misa, Kanon Alkitab, Deuterokanonika, Alkitab Online, Kitab Suci Katolik, Agamakatolik, Gereja Katolik, Ekaristi, Pantang, Puasa, Devosi, Doa, Novena, Tuhan, Roh Kudus, Yesus, Yesus Kristus, Bunda Maria, Paus, Bapa Suci, Vatikan, Katolik, Ibadah, Audio Kitab Suci, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Tempat Bersejarah, Peta Kitabsuci, Peta Alkitab, Puji, Syukur, Protestan, Dokumen, Omk, Orang Muda Katolik, Mudika, Kki, Iman, Santo, Santa, Santo Dan Santa, Jadwal Misa, Jadwal Misa Regio Sumatera, Jadwal Misa Regio Jawa, Jadwal Misa Regio Ntt, Jadwal Misa Regio Nusa Tenggara Timur, Jadwal Misa Regio Kalimantan, Jadwal Misa Regio Sulawesi, Jadwal Misa Regio Papua, Jadwal Misa Keuskupan, Jadwal Misa Keuskupan Agung, Jadwal Misa Keuskupan Surfagan, Kaj, Kas, Romo, Uskup, Rosario, Pengalaman Iman, Biarawan, Biarawati, Hari, Minggu Palma, Paskah, Adven, Rabu Abu, Pentekosta, Sabtu Suci, Kamis Putih, Kudus, Malaikat, Natal, Mukjizat, Novena, Hati, Kudus, Api Penyucian, Api, Penyucian, Purgatory, Aplogetik, Apologetik Bunda Maria, Aplogetik Kitab Suci, Aplogetik Api Penyucian, Sakramen, Sakramen Krisma, Sakramen Baptis, Sakramen Perkawinan, Sakramen Imamat, Sakramen Ekaristi, Sakramen Perminyakan, Sakramen Tobat, Liturgy, Kalender Liturgi, Calendar Liturgi, Tpe 2005, Tpe, Tata Perayaan Ekaristi, Dosa, Dosa Ringan, Dosa Berat, Silsilah Yesus, Pengenalan Akan Allah, Allah Tritunggal, Trinitas, Satu, Kudus, Katolik, Apostolik, Artai Kata Liturgi, Tata Kata Liturgi, Busana Liturgi, Piranti Liturgi, Bunga Liturgi, Kristiani, Katekese, Katekese Umat, Katekese Lingkungan, Bina Iman Anak, Bina Iman Remaja, Kwi, Iman, Pengharapan, Kasih, Musik Liturgi, Doktrin, Dogma, Katholik, Ortodoks, Catholic, Christian, Christ, Jesus, Mary, Church, Eucharist, Evangelisasi, Allah, Bapa, Putra, Roh Kudus, Injil, Surga, Tuhan, Yubileum, Misa, Martir, Agama, Roma, Beata, Beato, Sacrament, Music Liturgy, Liturgy, Apology, Liturgical Calendar, Liturgical, Pope, Hierarki, Dasar Iman Katolik, Credo, Syahadat, Syahadat Para Rasul, Syahadat Nicea Konstantinople, Konsili Vatikan II, Konsili Ekumenis, Ensiklik, Esniklik Pope, Latter Pope, Orangkudus, Sadar Lirutgi

PETUGAS LITURGI – DALAM MISA , LEWAT DI DEPAN TABERNAKEL HARUS BAGAIMANA

Posted by liturgiekaristi on March 21, 2011


SEPUTAR LITURGI DAN PERAYAAN EKARISTI GEREJA KATOLIK INDONESIA

Dari link http://twitter.com/LiturgiKatolik, ada dikatakan “Selama misa berlangsung, para petugas tidak wajib berlutut bila lewat di depan Tabernakel dan cukup membungkuk hormat”. 

Sementara di Page ini (lihat rangkuman http://liturgiekarist…i.wordpress.com/category/h-petugas-liturgi/1-lektor/ ) , pernah ada umat yang mengatakan ” Bila di belakang altar ada tabernakel, lektor berlutut sambil menundukkan badan …… Ini yang sering diabaikan.

Kalau mengikuti penjelasan di TWITTER itu, Berarti pada saat maju ke panti imam , dari tempat duduk di bangku umat, LEKTOR dan PRODIAKON TIDAK PERLU BERLUTUT? . Tetapi cukup membungkukan badan? Sementara kalau menurut fans di Page ini, HARUS BERLUTUT DAN MEMBUNGKUKKAN BADAN. Bagaimana yang seharusnya?

SHARING UMAT :
Gregorius Tasti Virdiawan 

Intinya, itu adalah salah satu cara menghormati…….
tergantung cara kita/mereka yang menjalankan, biasanya kita menjalankan tradisi yang ada dan saya pribadi belum mendengar ketentuan khusus mengenai hal tersebut……
ini sich bukan pencerahan, tapi pendapat saya
Yohanes Bosco sbg lektor kalo mau naik, berlutut dulu lalu langsung ke ambo, kembalinya membungkukan badan lalu turun.
Sbg umat selalu bila lewat di depan tabernakel, berlutut.
Franciska Irene R K benar, lama2 saya dan teman2 seiman Katolik menjadi bingung… bukan hanya gerak liturgi para petugas ttp juga para umat di tiap2 gereja yang juga masih berbeda2. sbnrnya mau dibwa kemana kami? kepada kesatuan iman Kristiani atau pada keseragaman tata liturgi/ibadat? tk.
Sy ambil cntoh: pd saat acara resmi trtntu yg dhdiri ptinggi (formal or non-formal),seorg ptugas yg akn mnyampaikn smbutan ato paparannya, akn mnghormati ptinggi tsb seblumnya dg menundukkan kpala. Dmk pula halnya pd PE, “petinggi” pd saat …PE adalh Tuhan sndri yg brsemayam di tabernakel. Olh krn itu setiap org, siapapun (imam,lektor, prodiakon,misdinar,pmbawa prsembhan ato jg umat awam) yg mlewati altar sehrsnya n sebaiknya memberi hormat kpd Tuhan yg brada di tabernakel. Cara mnghormat bisa macam2, bs membungkuk, menundukkan kpala ato brjongkok, mana yg convenient.. Dmk pndpt sy prib
Marshall Aditya Tata cara ekaristi yang untuk petugas liturgi adalah berlutut Sebelum naik ke mimbar… Setelah itu, bisa nunduk dulu untuk menghormati pemimpin umat atau pastor baik sebelum dan sesudah lalu turun dari mimbar… Setelah turun, maka berlutut untuk menghormati Nya yang di kayu salib…
Peraturan itu pada dasarnya hanya ingin mengatakan “tidak perlu berlutut/membungkuk berkali-kali tiap kali lewat di tabernakel atau Altar”. Misalnya para misdinar seringkali harus mondar-mandir melewati Altar/Tabernakel untuk tugasnya, mereka tidak perlu tiap kali lewat bungkuk/berlutut karena ini menganggu pemandangan. Begitu juga Imam dan petugas lain. Kalau seperti dalam kasus petugas pembaca, dua kali berlutut (saat hendak membaca dan sesudahnya) rasanya ini belum sampai pada tahap menganggu, jadi tidak perlu dipaksakan menuruti rubrik. Harap diperhatikan bahwa dalam penataan ruang Gereja di Roma (terutama yang berasal dari abad pertengahan, biasanya ambo (mimbar) berada di luar panti imam sehingga petugas pembaca tidak perlu lewat altar/tabernakel saat hendak membaca, penataan di Indonesia agak berbeda jadi aturan juga perlu menyesuaikan diri). Kalau liat Misa di Basilika St. Petrus, karena tidak ada tabernakel di panti imam, biasanya pembaca hanya membungkuk sedikit.

SEPUTAR LITURGI DAN PERAYAAN EKARISTI GEREJA KATOLIK INDONESIA

PUMR 274. Berlutut, yakni tata gerak yang dilakukan dengan menekuk lutut kanan sampai menyentuh lantai, merupakan tanda sembah sujud. Oleh karena itu, berlutut dikhususkan untuk menghormati Sakramen Mahakudus dan Salib Suci yang digunakan d…alam Liturgi Jumat Agung sampai sebelum memasuki Misa Malam Paskah. 

Dalam Misa, hanya tiga kali imam berlutut, yaitu pada saat konsekrasi sesudah memperlihatkan hosti dan sesudah menunjukkan piala, dan sebelum imam menyanbut Tubuh Kristus. Ketentuan-ketentuan khusus untuk Misa konselebrasi dipaparkan pada tempat yang bersangkutan (bdk.no.210-251).

Kalau di panti imam ada tabernakel dengan Sakramen Mahakudus di dalamnya, maka imam, diakon dan pelayan-pelayan lain selalu berlutut pada saat mereka tiba di depan altar dan pada saat akan meninggalkan panti imam. Tetapi dalam Misa sendiri mereka tidak perlu berlutut.

Di luar perayaan Ekaristi, setiap kali lewat di depan Sakramen Mahakudus, orang berlutut, kecuali kalau mereka sedang dalam perarakan.

Para pelayan yang membawa salib perarakan atau lilin menundukkan kepala sebagai ganti berlutut.

Eddy Rianto Menurut pastor gereja saya, para petugas (bahkan imam) seharusnya menghormat ke arah Tabernakel, entah membungkuk atau genufleksi (setengah berlutut). Sudah sering kita lihat yg dihormati petugas adalah imam-nya (!) dan petugas ybs tidak menghormat ke arah Tabernakel. Soal membungkuk atau genufleksi mungkin ada yg lebih berkompeten mengulasnya? Terimakasih. GBU all!
SEPUTAR LITURGI DAN PERAYAAN EKARISTI GEREJA KATOLIK INDONESIA Penjelasan lebih lanjut sependapat dgn Bapak Daniel Pane 🙂

-OL-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: