Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

  • Majalah Liturgi KWI

  • Kalender Liturgi

  • Music Liturgi

  • Visitor

    free counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    Free Hit Counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    free statistics

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    hit counters



    widget flash

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    web page counter

  • Subscribe

  • Blog Stats

    • 377,306 hits
  • Kitab Hukum Kanonik, Katekismus Gereja Katolik, Kitab Suci, Alkitab, Pengantar Kitab Suci, Pendalaman Alkitab, Katekismus, Jadwal Misa, Kanon Alkitab, Deuterokanonika, Alkitab Online, Kitab Suci Katolik, Agamakatolik, Gereja Katolik, Ekaristi, Pantang, Puasa, Devosi, Doa, Novena, Tuhan, Roh Kudus, Yesus, Yesus Kristus, Bunda Maria, Paus, Bapa Suci, Vatikan, Katolik, Ibadah, Audio Kitab Suci, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Tempat Bersejarah, Peta Kitabsuci, Peta Alkitab, Puji, Syukur, Protestan, Dokumen, Omk, Orang Muda Katolik, Mudika, Kki, Iman, Santo, Santa, Santo Dan Santa, Jadwal Misa, Jadwal Misa Regio Sumatera, Jadwal Misa Regio Jawa, Jadwal Misa Regio Ntt, Jadwal Misa Regio Nusa Tenggara Timur, Jadwal Misa Regio Kalimantan, Jadwal Misa Regio Sulawesi, Jadwal Misa Regio Papua, Jadwal Misa Keuskupan, Jadwal Misa Keuskupan Agung, Jadwal Misa Keuskupan Surfagan, Kaj, Kas, Romo, Uskup, Rosario, Pengalaman Iman, Biarawan, Biarawati, Hari, Minggu Palma, Paskah, Adven, Rabu Abu, Pentekosta, Sabtu Suci, Kamis Putih, Kudus, Malaikat, Natal, Mukjizat, Novena, Hati, Kudus, Api Penyucian, Api, Penyucian, Purgatory, Aplogetik, Apologetik Bunda Maria, Aplogetik Kitab Suci, Aplogetik Api Penyucian, Sakramen, Sakramen Krisma, Sakramen Baptis, Sakramen Perkawinan, Sakramen Imamat, Sakramen Ekaristi, Sakramen Perminyakan, Sakramen Tobat, Liturgy, Kalender Liturgi, Calendar Liturgi, Tpe 2005, Tpe, Tata Perayaan Ekaristi, Dosa, Dosa Ringan, Dosa Berat, Silsilah Yesus, Pengenalan Akan Allah, Allah Tritunggal, Trinitas, Satu, Kudus, Katolik, Apostolik, Artai Kata Liturgi, Tata Kata Liturgi, Busana Liturgi, Piranti Liturgi, Bunga Liturgi, Kristiani, Katekese, Katekese Umat, Katekese Lingkungan, Bina Iman Anak, Bina Iman Remaja, Kwi, Iman, Pengharapan, Kasih, Musik Liturgi, Doktrin, Dogma, Katholik, Ortodoks, Catholic, Christian, Christ, Jesus, Mary, Church, Eucharist, Evangelisasi, Allah, Bapa, Putra, Roh Kudus, Injil, Surga, Tuhan, Yubileum, Misa, Martir, Agama, Roma, Beata, Beato, Sacrament, Music Liturgy, Liturgy, Apology, Liturgical Calendar, Liturgical, Pope, Hierarki, Dasar Iman Katolik, Credo, Syahadat, Syahadat Para Rasul, Syahadat Nicea Konstantinople, Konsili Vatikan II, Konsili Ekumenis, Ensiklik, Esniklik Pope, Latter Pope, Orangkudus, Sadar Lirutgi

PUTRI ALTAR – PUTRI SAKRISTI ??

Posted by liturgiekaristi on March 23, 2011


Pertanyaan umat :

mau tanya, sebenarnya apa sih fungsi dari Putri Sakristi? (bagi yang belum tahu, baru-baru ini, Katedral Jakarta mengadakan pendaftaran untuk calon putri sakristi)

Tanggapan Yuko Pangestu : bagi saya, mau perempuan atau laki-laki sama, kalau ingin mempertahankan tradisi lama, its okay, tapi sesuai perkembangan jaman dimana HAM atas kesamaan gender dijunjung. Yang paling penting adalah kualitas pelayanan individu terhadap Tuhan kita. (misdinar di Paroki pademangan, setahu saya juga memperbolehkan perempuan menjadi misdinar (ini berarti misdinar bukan putra altar saja?))

SEPUTAR LITURGI DAN PERAYAAN EKARISTI GEREJA KATOLIK INDONESIA

Pertanyaan menarik nih… soal gender di dalam gereja…hehehe…. khususnya lagi di seputar altar, alias pelayan altar. 

Saya tidak tahu apa yang dimaksudkan dengan Putri Sakristi. Mungkin diantara para fans yang tahu atau terlibat aktif di …Kataedral Jakarta bisa menjelaskan.

Namun kita saling berinteraksi tantang petugas yang melayani altar, yang kita sebut sebagai MISDINAR atau PUTRA ALTAR. Selama ini umum dikenal bahwa misdinar itu anak-anak laki-laki atau remaja putra. Sedangkan para remaja putri belum umum diterima (kita di Indonesia sudah agak umum diterima …. belum semua loh….) hal ini menjadi perdebatan juga di negara-negara lain…. Bagaimana pendapat Anda?

Dokumen Gereja : Redemptionis Sacramentum (Sakramen Penebusan) no 47 mengatakan demikian :

47. Sangat dianjurkan untuk memperahankan kebiasaan yang luhur yakni pelayanan altar oleh anak-anak laki-laki atau pemuda-biasanya disebut ajuda atau pelayan Misa, suatu tugas yang dilaksankannya seturut cara para akolit, Hendaknya katekese tentang fungsi mereka sesuai dengan daya tangkap mereka. Perlu diingat berabad-abad lamanya dari amat banyak anak sepereti ini telah muncul banyak pelayan tertahbis. Hendaknya didirikan atau dipromosikan bagi mereka perkumpulan-perkumpulan, dalamnya keikutsertaan pendampingan oleh orang tua, supaya dengan demikian pula pastoral untuk para pelayan ditingkatkan, Bila perkumpulan-perkumpulan yang demikian bersifat internasional, maka menjadi kompetensi Kongregasi Ibadat dan tata tertib Sakramen untuk mendirikannya atau untuk menyutujui atau merevisikan statusnya. Gadis-gadis atau ibu-ibu pun boleh diterima untuk melayani altar, sesuai dengan kebijakan Uskup diosesan dan dengan memperhatikan norma-norma yang sudah ditetapkan.

Dipersilakan kita saling berdiskusi!

Sebaiknya misdinar hanya laki-laki, tidak harus anak-anak tetapi laki-laki. Jauh lebih baik menggunakan pria dewasa atau lanjut usia daripada menggunakan anak-anak perempuan. Mengapa? Karena tugas misdinar berakaitan dengan tugas yang dulu …diemban para akolit. Lebih jauh lagi misdinar merupakan persemaian yang subur bagi panggilan imamat, karena itu sebaiknya dikhususkan bagi laki-laki. Mengenai puteri sakristi, sebenarnya tugasnya sama dengan tugas koster, mereka membantu koster mempersiapkan perayaan liturgi. Pengadaan puteri sakristi jauh lebih baik daripada membuka pelayanan misdinar bagi anak-anak perempuan. Mengenai soal isu HAM, ini tidak nyambung, melayani Allah bukan hak manusia tetapi anugerah dari Allah, dan Allah memberi kepada siapa Dia berkenan dan melalui tradisi Gereja Allah menunjukkan bahwa sebaiknya pelayan Altar (misdinar) adalah laki-laki. Penggunaan anak-anak perempuan diizinkan, tetapi tidak pernah dianjurkan.

Yuko Pangestu HAM yang saya maksudkan disini tidak berkaitan dengan pelayanan Allah melainkan HAM akan kesamaan gender, saya yakin ini tidak nyambung sama sekali antara pelayanan Allah dengan gender. Terima kasih atas penjelasannya ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: