Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

Seputar Liturgi Ekaristi Gereja Katolik

  • Majalah Liturgi KWI

  • Kalender Liturgi

  • Music Liturgi

  • Visitor

    free counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    Free Hit Counters

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    free statistics

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    hit counters



    widget flash

    widget

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget

    web page counter

  • Subscribe

  • Blog Stats

    • 336,015 hits
  • Kitab Hukum Kanonik, Katekismus Gereja Katolik, Kitab Suci, Alkitab, Pengantar Kitab Suci, Pendalaman Alkitab, Katekismus, Jadwal Misa, Kanon Alkitab, Deuterokanonika, Alkitab Online, Kitab Suci Katolik, Agamakatolik, Gereja Katolik, Ekaristi, Pantang, Puasa, Devosi, Doa, Novena, Tuhan, Roh Kudus, Yesus, Yesus Kristus, Bunda Maria, Paus, Bapa Suci, Vatikan, Katolik, Ibadah, Audio Kitab Suci, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Tempat Bersejarah, Peta Kitabsuci, Peta Alkitab, Puji, Syukur, Protestan, Dokumen, Omk, Orang Muda Katolik, Mudika, Kki, Iman, Santo, Santa, Santo Dan Santa, Jadwal Misa, Jadwal Misa Regio Sumatera, Jadwal Misa Regio Jawa, Jadwal Misa Regio Ntt, Jadwal Misa Regio Nusa Tenggara Timur, Jadwal Misa Regio Kalimantan, Jadwal Misa Regio Sulawesi, Jadwal Misa Regio Papua, Jadwal Misa Keuskupan, Jadwal Misa Keuskupan Agung, Jadwal Misa Keuskupan Surfagan, Kaj, Kas, Romo, Uskup, Rosario, Pengalaman Iman, Biarawan, Biarawati, Hari, Minggu Palma, Paskah, Adven, Rabu Abu, Pentekosta, Sabtu Suci, Kamis Putih, Kudus, Malaikat, Natal, Mukjizat, Novena, Hati, Kudus, Api Penyucian, Api, Penyucian, Purgatory, Aplogetik, Apologetik Bunda Maria, Aplogetik Kitab Suci, Aplogetik Api Penyucian, Sakramen, Sakramen Krisma, Sakramen Baptis, Sakramen Perkawinan, Sakramen Imamat, Sakramen Ekaristi, Sakramen Perminyakan, Sakramen Tobat, Liturgy, Kalender Liturgi, Calendar Liturgi, Tpe 2005, Tpe, Tata Perayaan Ekaristi, Dosa, Dosa Ringan, Dosa Berat, Silsilah Yesus, Pengenalan Akan Allah, Allah Tritunggal, Trinitas, Satu, Kudus, Katolik, Apostolik, Artai Kata Liturgi, Tata Kata Liturgi, Busana Liturgi, Piranti Liturgi, Bunga Liturgi, Kristiani, Katekese, Katekese Umat, Katekese Lingkungan, Bina Iman Anak, Bina Iman Remaja, Kwi, Iman, Pengharapan, Kasih, Musik Liturgi, Doktrin, Dogma, Katholik, Ortodoks, Catholic, Christian, Christ, Jesus, Mary, Church, Eucharist, Evangelisasi, Allah, Bapa, Putra, Roh Kudus, Injil, Surga, Tuhan, Yubileum, Misa, Martir, Agama, Roma, Beata, Beato, Sacrament, Music Liturgy, Liturgy, Apology, Liturgical Calendar, Liturgical, Pope, Hierarki, Dasar Iman Katolik, Credo, Syahadat, Syahadat Para Rasul, Syahadat Nicea Konstantinople, Konsili Vatikan II, Konsili Ekumenis, Ensiklik, Esniklik Pope, Latter Pope, Orangkudus, Sadar Lirutgi

Devosi Kanak-kanak Yesus

Posted by liturgiekaristi on April 10, 2013


Di luar masa Natal, mengapa tetap dilakukan devosi kepada kanak-kanak Yesus? Apa tujuannya? Bukankah lebih baik menampilkan Yesus yang bangkit sebagai Pemenang atas maut, daripada seorang kanak-kanak yang tak berdaya? Dari mana asalnya devosi kepada kanak-kanak Yesus ini?

Cicilia Murdinah, Tangerang

Pertama, devosi kepada kanak-kanak Yesus bisa dikatakan merupakan kelanjutan dari devosi kepada bayi Yesus dalam kandang Natal. Penghormatan kepada bayi Yesus pertama-tama jelas dilakukan oleh para gembala (Luk 2:8-20), dan kemudian oleh para orang Majus (Mat 2:1-12). Bahkan penghormatan paling awal bisa dikatakan terjadi ketika Yohanes Pembaptis dan Elisabet mengenali bayi Yesus dalam kandungan dan Yohanes Pembaptis “melonjak kegirangan” dalam rahim Elisabet (Luk 1:39-45).

Banyak orang kudus yang mempunyai devosi yang sangat kuat kepada Kanak Yesus, misalnya St Atanasius, St Hironimus, St Antonius dari Padua, St Fransiskus dari Assisi, St Teresa Avila, St Therese dari Lisieux. Beberapa di antara mereka bahkan mendapatkan penampakan dari Yesus sebagai Anak-anak.

Kedua, devosi kepada Kanak Yesus merupakan penghormatan pada misteri Inkarnasi Sang Sabda yang kita rayakan secara khusus pada masa Natal. Sang Sabda merendahkan diri menjadi manusia dengan mengosongkan diri (Fil 2:6-11) yaitu dengan lahir sebagai bayi kecil tak berdaya. Penampilan Yesus sebagai kanak-kanak ini mengingatkan kita bahwa Dia sungguh-sungguh manusia seperti kita, kecuali dalam hal dosa.

Devosi kepada kanak Yesus tidak mengabaikan atau mengecilkan kemenangan Yesus atas maut yang kita rayakan pada Hari Raya Paska. Devosi itu mengingatkan bahwa kemenangan kebangkitan itu diawali dengan dan dimungkinkan oleh Inkarnasi. Justru untuk menunjukkan kebesaran atau martabat rajawi dari Kanak Yesus, seringkali patung itu diberi pakaian seperti seorang raja, dengan mahkota dan mantol kebesaran.

Kanak Yesus mengingatkan kita akan kehidupan-Nya yang tersembunyi di Nasaret. Kanak Yesus menampilkan sisi manusiawi Yesus. Karena itu setiap orang yang memandang Kanak Yesus itu dimungkinkan untuk mengidentifikasikan diri dengan Yesus dalam kegiatan sehari-hari. Jadi, devosi kepada Kanak Yesus menekankan solidaritas Yesus kepada kita manusia dalam segala kegiatan kita (KGK 533).

Ketiga, ada banyak pusat devosi atau tempat ziarah untuk menghormati Kanak Yesus. Misalnya, Santo Nino di Cebu, Filipina; Bambino Gesu di Aracoeli di Roma. Yang paling terkenal ialah devosi kepada Kanak Yesus dari Praha, yaitu Ibukota Republik Ceko.

Bisa dikatakan bahwa masing-masing tempat ziarah itu mempunyai patung Kanak Yesus yang khas, baik dalam hal pose badan maupun pakaian. Kanak Yesus dari Praha menggambar seorang kanak yang dengan tangan kiri-Nya memegang bola dunia yang pada puncaknya terdapat salib. Hal ini menyimbolkan martabat Rajawi Yesus. Tangan kanan dinaikkan seperti sedang memberikan berkat, dengan jari telunjuk dan jari tengah diluruskan sedangkan jari manis dan kelingking ditekuk. Kedua jari (telunjuk dan tengah) menandakan kedua kodrat Yesus. Aslinya patung Kanak Yesus ini tidak diberi pakaian, tetapi sekarang seringkali diberi pakaian mantol kebesaran seperti layaknya seorang raja. Demikian pula, kanak Yesus ini diberi mahkota Raja.

Keempat, juga di masing-masing tempat ziarah itu ada doa khusus atau doa novena yang ditujukan kepada Kanak Yesus. Sisi manusiawi dan solidaritas Yesus pada kita yang ditampilkan Kanak Yesus, sangat terasa dalam doa-doa khusus tersebut. Misalnya, dalam doa kepada Kanak Yesus di Praha, Yesus disebut sebagai “kanak-kanak yang tak berdaya.” Kepadanya dimohonkan “kerendahan hati dan kelembutan,” “keutamaan dan kemurnian” seperti Kanak Yesus yang kudus. Juga dimohonkan “iman yang tumbuh-berkembang” dan “kekuatan untuk melawan pencobaan di dunia.” Pada Kanak Yesus yang adalah Tuhan, juga diserukan agar memenuhi hati kita dengan “keramahan dan pengertian, khususnya untuk anak-anak” selain juga “pengampunan atas dosa-dosa.” Pada bagian lain dari doa itu, dimohonkan “kekuatan untuk menanggung beban hidup sehari-hari dalam dunia yang berdosa ini,” juga bantuan “untuk menanggung kemalangan dan kesusahan dengan kesabaran dan keberanian.” Doa-doa yang demikian menyapa sangat akrab kemanusiawian kita, baik kebutuhan maupun kelemahan kita.

Jadi, devosi kepada Kanak Yesus membuat kita merasa sangat dekat dengan Yesus sebagai saudara sulung kita.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM

Sumber : http://www.hidupkatolik.com/2012/11/07/devosi-kanak-kanak-yesus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: